by

Strategi Memperbaiki Keuangan yang Berantakan

Sejatinya rumus mengatur keuangan itu sederhana sekali, catat pemasukan dan pengeluaran jangan sampai lebih tinggi pengeluaran dari pada pemasukan, tidak perlu table excel dengan berbagai macam formula rumus, jika keuangan terlanjur berantakan fondasi yang kita bangun bertahun-tahun lamanya akan goyah, yang sudah berkeluarga resiko perpecahan sudah didepan mata yang belum berkeluarga tidak akan aman dari ancaman kebangkrutan, rencana menikahpun bisa gagal gara-gara terjadi kebocoran keungan dimana-mana.

Mengatur keuangan memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi percayalah memperbaiki keuangan yang berantakan itu lebih membuat kita sakit kepala, ibarat pepatah mengtakan mencegah lebih baik dari pada mengobati, begitu pula permasalahan keungan. Berikut ini adalah strategi memperbaiki keuangan yang berantakan :

  1. Rencanakan semuanya

sesuatu yang spontan memang kadang menyenangkan, akan tetapi jika urusannya duit, ini bisa jadi beban, sebaiknya rencanakan segala kegiatan yang butuh pengeluaran, misalnya liburan atur dana dan patuhi agar dompet tidak jebol, bila baru bisa sampai Surabaya, contohnya, tidak  perlu memaksakan terbang hingga Singapura.

  1. Telusuri pengeluaran terbanyak

Dalam catatan pengeluaran, cek apa pos terbesar. Bandingkan catatan dalam satu bulan dengan bulan lainnya, mungkin tagihan listrik sangat besar. Kita bisa mencoba menguranginya dengan banyak-banyak menghemat pemakaian listrik di rumah. Intinya adalah coba akali pengeluaran itu agar tak makin membebani.

  1. Cek kartu kredit

Kartu kredit adalah alat transaksi multiguna yang sangat membantu dalam kehidupan. Tapi tak jarang orang salah menggunakannya sebagai kartu utang, dampaknya adalah utang dan bunga tak putus mendera dalam tagihan setiap bulan. Tinjau lagi kebiasaan kita dalam menggunakan kartu kredit dan juga harus teliti betul tagihan kartu kredit, mungkin di dalamnya ada biaya yang sejatinya bisa dihindari. Misalnya iuran untuk asuransi atau iuran tahunan, iuran tahunan bisa dihapus dengan menelepon customer service kartu kredit lewat fitur rewards, lumayan bisa mengurangi pengeluaran meski hanya sekian ribu rupiah.

  1. Pindah tabungan

Tabungan mutlak dimiliki siapa pun yang ingin keuangannya segar bugar, tapi setiap bank punya produk tabungan dengan fitur masing-masing, terutama bunga dan biaya administrasi, coba lihat tabungan kita sekarang, berapa bunga dan biaya administrasinya. Sebaiknya cari tabungan yang memberikan keuntungan lebih besar, atau bikin dua rekening, yang satu buat tabungan pengeluaran dan pemasukan, satu lagi khusus untuk rencana pada masa depan, bank punya layanan tabungan berjangka dengan bunga lebih besar daripada tabungan biasa.

  1. Mulai berinvestasi

Banyak orang yang takut ketika mendengar kata investasi, yang di pikiran adalah praktik keuangan yang berisiko rugi, memang benar investasi memang bisa rugi, tapi bisa pula untung, bahkan bisa untung besar. Kuncinya adalah menemukan jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan, tidak semua investasi butuh modal besar banyak investasi yang ramah pemula, kita bisa mencari-cari info tentang investasi ke kenalan yang telah lama menjadi investor atau membaca-baca literatur yang banyak di media ataupun buku.

Imbal hasil investasi lebih besar daripada bunga tabungan, buah investasi itu pun dapat digunakan buat menambal kebocoran yang terjadi akibat kelalaian mengatur keuangan sebelumnya.

  1. Telusuri semua asset

Aset adalah segala sesuatu yang bernilai milik diri sendiri, diantaranya tabungan, perhiasan, hingga alat transportasi dan investasi, kalau ada, kita juga dapat mendeteksi jika ada penyusutan yang terjadi. Misalnya tahun lalu tabungan Rp 10 juta, sementara tahun ini cuma Rp 5 juta, berarti ada yang salah dengan keuangan kita, bila aset tidak berkembang alias segitu-gitu saja, artinya harus ada perbaikan pula agar keuangan lebih sehat.

Sekian informasi tentang strategi memperbaiki keuangan yang berantakan semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

News Feed