Penyebab Keputihan yang Jarang Diketahui

Kesehatan577 views

Sumber Detikhealth.com

Hampir semua wanita pasti pernah mengalami kondisi ketika vagina mengeluarkan lendir atau cairan yang biasa disebut keputihan. Ada beberapa faktor penyebab keputihan dan setiap wanita kondisinya bisa berbeda-beda. Kondisi tersebut tidak berbahaya dan salah satu cara alami tubuh dalam menjaga kelembapan dan kebersihan organ kewanitaan. Vagina terlindungi dari infeksi saat cairan yang diproduksi dari leher rahim atau kelenjar vagina akan keluar membawa bakteri dan sel mati.

Ketika kondisi normal, cairan keputihan memiliki karakteristik sendiri, seperti tidak berbau,  berwarna putih atau tidak berwarna, dan tekstur cairan dapat berubah tergantung siklus menstruasi. Sedangkan kondisi yang tidak normal mempunyai karakteristik seperti bau menyengat, cairan berwarna, mengakibatkan rasa gatal, jumlah lendir yang banyak, terasa nyeri pada panggul, dan sensasi terbakar. Apa saja sih penyebab keputihan tidak normal? Yuk simak penjelasan di bawah.

Setiap wanita mempunyai penyebab yang berbeda-beda. Namun, biasa dikenali warna, tekstur hingga jumlah cairan yang keluar. Keputihan normal biasa terjadi 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami haid untuk yang pertama kali. Kondisi tersebut disebabkan dari perubahan hormon dalam tubuh. Bukan hanya itu, rangsangan seksual yang muncul juga menyebabkan keputihan. Ada macam-macam hal yang membuat seorang wanita rentan menimbulkan keputihan dan mengalami infeksi pada vagina, yaitu:

  1. Mempunyai penyakit diabetes.
  2. Mengonsumsi obat kortikosteroid dan pil KB.
  3. Terlalu sering menyemprotkan air untuk membersihkan area kewanitaan.
  4. Di sekitar atau di dalam vagina terdapat iritasi.
  5. Sering berganti pasangan atau melakukan hubungan seksual tanpa pengaman.
  6. Sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  7. Dingding vagina menipis yang disebabkan menopause.

Namun, terkadang keputihan yang terjadi sebelum menstruasi bisa diakibatkan oleh suatu penyakit, di antaranya:

  • Vaginosis bakterialis

Di dalam vagina terdapat bakteri jahat penyebab infeksi, serta bakteri baik yang digunakan untuk melindungi vagina dari virus dan jamur. Kuman jahat penyebab infeksi akan mudah berkembang biak dan menginfeksi vagina saat jumlah bakteri jahat berkurang. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri di vagina biasanya mempunyai tanda-tanda berbau tidak sedap, berwarna keabu-abuan atau putih kental, merasakan nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim, serta terasa gatal.

  • Infeksi jamur vagina

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur umumnya ditandai dengan lendir atau cairan yang kental, berwarna putih pekat, dan menggumpal. Selain itu, keputihan yang disebabkan infeksi jamur juga dapat mengakibatkan perih, gatal pada vulva dan vagina.

  • Infeksi menular seksual

Beberapa jenis infeksi menular seksual yang menyebabkan keputihan yaitu gonore, trikomoniasis, dan chlamydia. Tanda-tanda keputihan tidak normal yang disebabkan infeksi menular seksual dapat berupa cairan keputihan yang berbau busuk atau amis, menyebabkan rasa nyeri atau gatal pada vagina, berwarna kehijauan atau kekuningan. Walaupun demikian, terkadanv infeksi menular seksual yang terjadi pada wanita tidak menimbulkan ciri-ciri apa pun.

Masih banyak penyebab keputihan yang tidak disebutkan di atas, keputihan tidak normal yang terjadi sebelum menstruasi juga dapat diakibatkan oleh pemakaian produk pembersih vagina, cara membersihkan vagina yang kurang tepat, dan mengonsumsi antibiotik jangka panjang. Selain itu, keputihan tidak normal umumnya akan muncul disertai rasa perih, nyeri, keputihan berbau tidak sedar, dan gatal pada vagina, serta sekitar vagina tampak bengkak dan kemerahan.

Jika mengalami gejala-gejala keputihan yang tidak normal, segera periksakan ke dokter, supaya penyebab yang memunculkan keputihan bisa diketahui dan beri penanganan yang cepat dan tepat.