by

28 Wisata Religi dan Ilmu Sejarah di Jogja dari Beragam Kepercayaan

Berwisata selalu menjadi pilihan bagi anda setelah penat dengan rutinitas sehari-hari. Baik untuk berlibur ke tempat-tempat sejuk dengan pemandangan indah, berlibur ke tempat yang kaya akan budaya, ataupun berlibur ke tempat bersejarah yang kaya akan pengetahuan keagamaan.

Wisata religi bisa menjadi pilihan bagi anda yang ingin mendapat ketenangan batin sekaligus menambah wawasan anda terkait sejarah agama-agama yang ada di nusantara.

Beberapa Tempat Wisata Bersejarah dan Religi dari Beragam Kepercayaan yang ada di Jogja

Bagi Anda yang senang melakukan travelling atau berwisata ke tempat-tempat bersejarah yang kaya akan pengetahuan agama, anda bisa mengunjungi kota Jogja. Selain terkenal dengan wisata bersejarah dan budaya nya, Kota Jogja juga terkenal dengan wisata religi yang penuh dengan pengetahuan keagamaan dari berbagai kepercayaan, seperti islam, hindu, budha, kristen, dan lain sebagainya.

Berikut akan kami rangkum 28 wisata bersejarah yang kaya akan keagamaan dan berbagai kepercayaan yang harus anda kunjungi ketika berada di Jogja.

1.     Tourism Village Mlangi

Desa wisata religi Mlangi atau bisa juga disebut tourism village mlangi merupakan salah satu destinasi wisata religi dan budaya di jogja yang merupakan kampung para santri. Desa ini terletak di Jl. Masjid Patok Negoro, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta.

Di kampung ini terdapat banyak pesantren-pesantren yang diisi para santri dari berbagai usia untuk memperdalam agama islam. Di daerah Mlangi ini juga terdapat Masjid Pathok Negoro yang menjadi ikon desa wisata religi Mlangi dengan gaya arsitektur Jawa yang menggunakan banyak penyangga kayu.

2.     Masjid Gedhe Kauman

Masjid ini terletak di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jl. Kauman, Ngupasari, Kecamatan Gondomanan.

Mesjid raya kesultanan Yogyakarta atau biasa disebut mesjid besar Yogyakarta ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubowono I pada 29 Mei 1773 M. Keberadaan empat pilar utama atau saka guru dengan atap berbentuk tajug lambang teplok menjadi ciri khas atau karakteristik masijd ini.

3.     Wisata Religi Kaliwungu

Wisata religi kaliwungu ini berada di kecamatan Kaliwungu yang merupakan tempat wisata yang biasa disebut kota santri.

Selain terdapat banyak pondok pesantren yang kental dengan nuansa islami, disini juga terdapat makam para kiyai atau wali, seperti KH Asy’ari, Sunan Katong, Wali Sya’fak, dan Kiyai Mustofa.

4.     Klenteng Poncowinatan

Klenteng dengan nama asli Zen Ling Gong ini terdapat di daerah Gowongan, tepatnya di Jl. Poncowinatan, Kecamatan Jetis. Klenteng yang berada di kawasan utara Tugu Yogyakarta ini dibangun pada tahun 1860.

Di Klenteng ini kerap kali diadakan tradisi tumpengan merah putih setiap kali Imlek datang untuk mendoakan kemakmuran bangsa dan negara indonesia serta umat di seluruh dunia.

5.     Makam Panembahan Senopati

Komplek makam Panembahan Senopati ini berada di Kotagede, Bantul. Makam Panembahan Senopati ini berada di sebelah sisi selatan Masjid Besar Mataram.

Untuk memasuki komplek pemakaman ini ada beberapa peraturan yang harus diatati terkait baj atau busana yang harus dikenakan, misalnya untuk wanita harus menggunakan kemben, dan untuk laki-laki harus menggunakan blangkon dan kain jarik.

6.     Masjid Jogokariyan

Masjid yang terletak di Jalan Jogokariyan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta ini dibangun pada tahun 1966 dan mulai digunakan pada tahun 1967. Pembangunan masjid ini bertahap, yang awalnya hanya terdiri dari sebuah bangunan inti saja, lalu dibangun Islamic Center di sisi timur bangunan pada tahun 2006.

7.     Wisata Religi Makam Syekh Jumadil Qubro

Syekh Maulana Jumadil Qubro merupakan leluhur walisongo yang diyakini menyebarkan agama islam sebelum kedatangan para wali songo. Makam tersebut telah dikelola sejak tahun 1995 oleh yayasan Syekh Jumadil Qubro.

8.     Masjid Pathok Negara

Dilihat dari namanya, Pathok itu sendiri bermakna batas atau penanda, sehingga masjid Pathok Negara merupakan empat buah mesjid yang menjadi penanda batas wilayah Kesultanan Yogyakarta. Empat masjid ini yaitu Masjid An-nur Mlangi, Masjid Plosokuning, Masjid Ad-Darojat, dan Masjid Nurul Huda.

9.     Sendang Seliran

Sendang Seliran merupakan pemandian sejak zaman kerajaan Mataram Islam yang masih digunakan hingga saat ini. Pemandian ini merupakan peninggalan Panembahan Senopati yang kini ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya.

10.  The Palace of Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan bangunan kesultanan Yogyakarta yang didirikan oleh Sultan Hamengkubowono I. Keraton Yogyakarta ini telah dicalonkan menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1955. Bangunan-bangunan Kerato Yogyakarta ini memiliki gaya arsitektur Jawa tradisional, dan bangunan di tiap kompleks nya berbentuk joglo.

11.  Saint Mary’s Grotto, Sriningsih

Goa Maria Sendang Sriningsih ini berada di kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Goa ini merupakan goa bernuansa religi bagi umat Katholik. Goa ini mengingatkn akan peristiwa Yesus saat disalib di di bukit Golgota. Di daerah goa sendang tersebut terdapat air yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

12.  Makam Raja-raja Mataram Kotagede

Pemakaman raja-raja Mataram yang terletak di daerah Sayangan, Bantul ini banyak dikunjungi oleh para peziarah. Di kompleks pemakaman ini terdapat makam raja-raja antara lain makam Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati yang merupakan Raja Mataram Islam pertama, makam Ki Ageng Pemanahan, serta makam Sultan Hadiwiaya atau yang biasa dikenal dengan nama Joko Tingkir.

13. Wisata Religi Makam Sunan Geseng

Sunan Geseng merupakan murid Sunan Kalijaga, beliau juga dikenal dengan nama Eyang Cakrajaya. Setiap tahun warga selalu memperingati hari kematian Sunan Geseng. Makam beliau ini terletak di daerah Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

14. Gereja Sayidan

Bangunan gereja berarsitektur Gothic tersebut dibangun pada tahun 1979, kemudian dilakukan pemugaran pada tahun 1986. Bangunan gereja tersebut terletak di Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta, tepatnya di kampung Sayidan.

15. Sacred Heart of Jesus Catholic Church, Ganjuran

Gereja tertua di Bantul ini merupakan Gereja Katholik Roma yang berada di Ganjuran, Bantul, Yogyakarta. Gereja ini didirikan pada tanggal 16 April 1924 oleh pemilik sebuah pabrik gula di wilayah tersebut. Gedung bangunan ini berarsitektur Jawa Kuno dengan gaya Joglo.

16. Sumur Gumuling

Di Kota Yogyakarta terdapat berbagai macam situs bersejarah, salah satunya adalah Taman Sari yang merupakan pemandian para Raja di masa itu. Namun, dibawah Taman Sari itu terdapat tempat tersembunyi yang bernama Sumur Gumuling. Sumur Gumuling ini merupakan masjid tersembunyi dibawah Taman Sari yang harus dilewati melalui lorong atau labirin.

17. Candi Donotirto

Candi ini berada di daerah Pringgokusuman, Gedong Tengen, Yogyakarta. Candi ini di dalamnya merupakan pemandian umum di masa raja-raja terdahulu. Pemandian ini dibangun oleh Sultan Hamengkubowono IX pada tahun 1930.

18. Masjid Agung Pura Pakualaman

Masjid ini dibangun pada sekitar tahun 1850 M, pada masa pemerintahan Sri Paku Alam II. Masjid Agung Pura Pakualaman ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pertama bagian untuk salat atau bagian utama, kemudian bagian teras, dan serambi. Mustaka atau bagian atap masjid ini berbentuk mahkota.

19. Vihara Buddha Prabha

Vihara ini terletak di Jalan Brigjen Katamso, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan. Bangunan vihara ini didirikan pada tanggal 15 Agustus 1990. Pada awalnya, bangunan tempat beribadah umat Buddha ini bernama Hok Tik Bio yaitu tempat yang dipercaya umat Buddha sebagai tempat kebaktian Hok Tik Sin atau Dewa Bumi.

20. Masjid Soko Tunggal

Masjid ini berada di depan pintu objek wisata Tamansari, atau tepatnya di Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Soko tunggal ini artinya adalah satu tiang penyangga utama atap mesjid. Bangunan mesjid ini diresmikan pada sekitar tahun 1973, tepatnya pada tanggal 28 Februari, oleh Sri Sultan Hamengkubowono IX.

21. Candi Prambanan

Candi yang dibangun pada sekitar abad 9 masehi ini merupakan candi peninggalan Hindu terbesar di Indonesia. Candi yang terletak di kecamatan Prambanan, Sleman ini ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia UNESCO.

Candi ini juga merupakan candi terindah di Asia Tenggara sehingga menarik para wisatawan mancanegara untuk mengunjungi candi peninggalan Hindu ini.

22. Gua Maria Tritis, Gunung Kidul

Goa Maria Tritis atau dengan nama lain Goa Perantara Wahyu ini merupakan goa religi bernuansa Katholik. Goa ini terletak di daerah Paliyan, tepatnya di Dusun Bulu, Desa Giring. Disana terdapat meja altar yang menghadap ke arah mulut goa, dan sisi kanan agak ke dalam terdapat Patung Bunda Maria.

23. Gereja Katholik Salib Suci, Gunung Sempu

Wisata Religi lainnya yang berada di daerah Bantul, Yogyakarta, adalah Gereja Katholik Salib Suci. Di samping gereja ini terdapat salib berukuran besar yang terbuat dari kayu jati. Gereja ini selalu dikunjungi untuk tujuan berziarah dan berdoa dengan khidmat di puncak bukit.

24. Patung Wajah Kerahiman Allah

Patung Wajah Kerahiman Yesus dengan tinggi sekitar 5 meter tersebut merupakan warisan religi bernuansa Katholik yang menjadi desinasi wisata di daerah Sendangsari, Bantul, Yogyakarta. Patung Wajah Yesus tersebut diresmikan oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono pada tanggal 2 Oktober 2016.

25. Masjid Syuhada

Bagi anda yang ingin melihat bangunan warisan islam lainnya di Yogyakarta, anda bisa melakukan wisata religi tersebut dengan mengunjungi Masjid syuhada. Bangunan yang pembangunannya dimulai pada tanggal 23 September 1950 ini selesai dan resmi dibuka pada tanggal 20 September 1952 bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah. Gaya arsitektur bangunan ini merupakan gabungan dari tradisi jawa dan sebagai pengingat proklamasi Indonesia.

26. Goa Selarong

Bantul ini terkenal dengan banyak warisan bersejarah dan religi dibuktikan dengan salah satu nya adalah dengan keberadaan Goa Selarong. Goa ini tepatnya berada di kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta.

Goa ini merupakan goa kecil namun menyimpan banyak peristiwa sejarah. Pada zaman dahulu, goa ini selalu digunakan oleh Pangeran Dipenogoro sebagai tempat bersemedi, selain itu pada saat itu goa kecil ini juga bisa menampung sebanyak 400 orang pengikut Diponegoro.

27. Makam K.H. Ahmad Dahlan

Nama K.H Ahmad Dahlan dengan nama kecil Mohamamd Darwis tentu tidak asing dikarenakan beliau merupakan pencetus lahirnya organisasi Islam yaitu Muhammadiyah dan PP Aisyah. Makam beliau ini terletak di daerah Karangkajen, Brontokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

28. Makam Raja-Raja Imogiri

Tempat wisata bersejarah dan religi yang terakhir yang bisa anda kunjungi adalah Makam Raja-raja Imogiri yang terletak di Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Raja-raja yang dimakamkan disini merupakan raja-raja dari Kesultanan Mataram, sehingga tempat ini dianggap suci dan kramat. Makam ini dibangun oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo pada sekitar tahun 1600 an.

Itulah beberapa warisan budaya dan keagamaan yang bisa menjadi destinasi wisata bagi anda yang ingin melakukan wisata religi, tepatnya di daerah Jogja.

Jogja memang terkenal dengan pariwisata nya sehingga anda bisa mendapatkan banyak referensi mengenai destinasi wisata yang bisa memperkaya sejarah budaya dan keagamaan yang sangat beragam.

Mengunjungi makam-makam raja terdahulu selalu memberikan pelajaran yang berarti, bahwa hidup itu berharga dan harus diisi oleh hal-hal yang bermakna, dan pada akhirnya semua yang hidup akan kembali kepada Sang Maha Pencipta.

Bagi anda yang menginginkan pemakaman asri dan indah di masa depan, kami menyediakan referensi bagi anda yaitu  pemakaman Sandiego Hills yang menyediakan berbagai fasilitas untuk kelancaran dan perawatan pemakaman dengan bernuansa modern dan asri. Untuk informasi seputar harga dan tipe pemakaman, anda bisa mengunjungi website salesmanagersandiegohills.com

News Feed