Terasering Menyayat IVAA Malam Ini

Oleh azkamaula,

Mendengarkan karya Terasering adalah proses penemuan pecahan memori yang tersebar di sana-sini.

BERITA JOGJA – Duo akustik Jogja, Terasering, bakal menyemai pesan baik dalam sebuah pertunjukkan intim di Indonesian Visual Art Archive (IVAA) (alamat klik di SINI), Jumat (24/3) nanti malam. Rarrya Lakshito (cello) dan Ringga Ferdian (gitar, vokal) maksimal menyuarakan pesan dalam lagu-lagu mereka di gelaran Musrary yang dirintis IVAA.

Program ini adalah rintisan IVAA sejak 2017. Berkonsep ruang temu pegiat musik, tiap grup musik akan diberikan waktu satu jam untuk menampilkan karya di tengah perpustakaan. Terasering tidak hanya sekadar memainkan komposisinya malam nanti namun juga mengindentifikasi ruang itu dalam penampilan. Di akhir acara bakal bincang-bincang seputar band atau solois penampil.

Terasering (Foto: IG @hav1dz)

Terasering (Foto: IG @hav1dz)

Terasering adalah proyek musik yang dibentuk pada 2016 lalu. Rarrya dan Lakshito mengemas kisah seputar keluarga dan asmara dalam lagu yang dibalut akustik. Sejauh ini Terasering juga konsisten mengusung lirik berbahasa Indonesia dalam tiap komposisi. Mendengarkan karya Terasering adalah proses penemuan pecahan memori yang tersebar di sana-sini.

“Suara Kerinduan” membangkitkan kenangan rumah di kampung halaman. Mengingatkan kehangatan makan malam sederhana di tikar bersama keluarga. Atas nasihat ayah, kehangatan dekap Ibu dalam selimut ketika di luar dunia dihajar badai, dan kekahawatiran yang tak padam ketika jarak menjauh. Komposisi tepat, padat, dan penyatuan suara cello-gitar yang selamat dari tumpang tindih bakal mudah membangkitkan kenangan itu.

Solo cello dalam “Air Mata Juli” membebaskan pendengar dalam melakukan interpretasi. Ke mana ingatan tertuju bakal memuncak ketika reff repetitif “Air mata juli membasahi gersang” meninju telinga. Sebelum ke pertunjukan, ada baiknya dengarkan lagu mereka dulu di laman Soundcloud Terasering.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar