by

Paralimpiade Menepis Anggapan Negatif Disabilitas

Seperti yang kita ketahui bahwa Paralimpiade merupakan ajang perlombaan olahraga tingkat dunia yang semua pesertanya memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas. Meskipun demikian ajang perlombaan olahraga ini tetap digelar sesuai dengan peraturan dari cabang olahraga berkaitan tanpa adanya perbedaan dengan yang biasa dilakukan oleh orang normal.

Dengan adanya ajang paralimpiade seperti ini membuat orang-orang yang memiliki keterbatasan menjadi punya peluang yang sama dengan orang normal lainnya terutama dalam bidang olahraga. Bahkan tidak jarang orang yang memiliki disabilitas bisa menyamai bahkan melebihi kemampuan dari atlet normal.

Ajang seperti paralimpiade ini merupakan salah satu ajang yang bisa mewadahi bakat-bakat orang yang memiliki keterbatasan khusus. Meskipun dengan keterbatasan tersebut orang tersebut tetap dapat berkompetisi sesuai dengan kemampuannya dengan lawan yang juga sepadan dengannya.

Banyak orang diluar sana beranggapan bahwa orang yang memiliki keterbatasan atau disabilitas tidak akan memiliki kesempatan yang sama seperti orang normal pada umumnya. Padahal kenyataanya semua orang memiliki kesempatan yang sama, itu semua hanya tergantung usaha dan kemauan yang diberikan orang tersebut.

Orang dengan disabilitas juga diberi anggapan tidak akan bisa bersaing di dunia pekerjaan terutama dunia olahraga karena untuk bisa hidup normal saja ia sudah memiliki kesulitan apalagi jika harus melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh orang normal lainnya.

Dengan dilangsungkannya ajang paralimpiade seperti ini hal tersebut dapat menepis segala bentuk perkataan yang merendahkan orang dengan disabilitas. Karena terbukti lewat ajang ini orang-orang yang memiliki keterbatasan tetap bisa berkompetisi bahkan menorehkan prestasi bagi Indonesia di ajang paralimpiade dunia.

Salah satu berita paralimpiade 2020 yang cukup mengejutkan yaitu atlet kontingen Indonesia yang dikirim ke Paralimpiade Tokyo 2020 berhasil mendapatkan total 9 medali dalam ajang tersebut dan membuat Indonesia yang semula berasa di tingkat ke 63 naik menjadi tingkat ke 42 dalam klasemen dunia.

Berita seperti ini tentunya semakin menepis anggapan-anggapan miring orang-orang tentang orang yang memiliki keterbatasan. Buktinya dengan diberikan pelatihan dan juga wadah yang tepat orang-orang dengan disabilitas tetap dapat berprestasi di bidang mereka masing-masing.

Bahkan prestasi yang diperoleh oleh para atlet disabilitas ini juga membuat salah satu staff khusus presiden yakni Angki Yudistia kagum dan merasa sangat Bahagia dengan apa yang diperoleh para atlet di Paralimpiade Tokyo 2020 tersebut.

Pasalnya Angki Yudistia juga merupakan salah satu staff khusus presiden yang juga memiliki keterbatasan yakni ia tidak bisa mendengar sejak ia berusia sekolah dasar. Namun ia tetap membuktikan bahwa dengan pembelajaran dan wadah yang tepat ia juga tetap bisa berkarier bahkan memiliki jabatan yang mungkin juga diinginkan oleh banyak orang normal diluar sana.

Dengan adanya hal-hal seperti itu tentunya semakin menepis anggapan negative tentang oaring-orang yang memiliki keterbatasan. Bagaimanapun orang dengan disabilitas hanya memiliki kekurangan dalam hal fisik tetapi hal tersebut tidak mengurangi jiwa kompetitif dan juga tingkat kesuksessan yang dimiliki oleh setiap orang.

Siapapun meiliki peluang yang sama baik itu orang yang normal maupun orang dengan disabilitas. Tidak ada yang tidak mungkin diraih selama kita terus berusaha mengembangkan apa yang menurut kita menjadi suatu kelebihan. Jadikanlah kekuranganmu menjadi sesuatu yang bisa kamu jadikan kelebihan, jangan terpuruk hanya karena kamu memiliki perbedaan fisik karena semua sama dan memiliki kesempatan yang sama juga.

News Feed