Pameran Merindu: Kisah Rindu dan Perasaan yang Terabaikan Karya Azwar

Oleh azkamaula,

Kini aku mulai menyadari, bahwa ternyata kau tak pernah pergi. Bahwa sesungguhnya kau hanya bersembunyi. Di sebuah tempat yang tak ada satu pun orang yang sanggup menginjakkan kaki. Di suatu sudut paling sepi, di dalam hati ini.

BERITA JOGJA – Mengurangi rasa rindu zaman sekarang gampang. Teknologi cepat merampungkannya dengan teks atau gambar. Remaja 70-an pasti iri betul dengan generasi sekarang karena bisa mengurangi kerinduan tanpa harus menunggu pak pos membuyikan bel di depan rumah selama berhari-hari. Memori juga bergerak, tidak berhenti di momen perpisahan sementara.

kisah 1 (Foto: Azka Maula Saytananda)

kisah 1 (Foto: Azka Maula Saytananda)

Besaran kerinduan pada sosok yang dicintai tidak berbeda meski beda zaman. Sama-sama menunggu agar konsep penubuhan–meminjam teori Sartre–tak lagi mengimaji. Itulah satu-satunya cara menuntaskan rindu: tak ada yang menghalangi kecupan di kening dan genggam hangat. Yang berbeda cuma kemenungguan. Ada keindahan dalam kemenungguan generasi 70-an ketika rindu.

kisah 1 (Foto: Azka Maula Saytananda)

kisah 2 (Foto: Azka Maula Saytananda)

Menunggu seseorang yang dicintai bukan perkara waktu namun soal bagaimana menyerahkan perasaan lalu pasrah akan keputusan. Ratusan juta ingatan saat bersama menanggalkan dendam. Demikian yang coba dipaparkan sastrawan muda Azwar R. Syarifudin yang berkolaborasi dengan fotografer Dany Susatyo dalam pameran karya “Merindu” di Yayasan Kampung Halaman.

Kisah 3 (Foto: Azka Maula Satyananda)

Kisah 3 (Foto: Azka Maula Satyananda)

Karya yang lahir merespon single Holiday Anna berjudul “Nyanyian Rindu” ini memukau ratusan pengunjung pameran. Kisah dalam deretan foto mengajak penikmat seni menuju ruang imajinasi dalam seolah mereka yang ada di dalam karya benar-benar menjalani kisah yang cukup nyata.

Kisah 4 (Foto: Azka Maula Satyananda)

Kisah 4 (Foto: Azka Maula Satyananda)

“Pedih sekaligus indah. Pedih karena melihat sosok dalam foto menunggu sampai tua tapi indah karena kesetiaan itu sangat mahal. Masalah cinta kekinian jadi kecil sekali dibanding kisah dalam foto ini,” kisah Lea Mahameru, penikmat pameran.

Kisah 5 (Foto: Azka Maula Satyananda)

Kisah 5 (Foto: Azka Maula Satyananda)

Berjudul “Riwayat Rindu”, kolaborasi ini menyimpulkan bagaimana kerinduan tampoe doloe. Kisah tiap foto pelan menuju kesimpulan bahwa rindu lahir di saat kepergian, tumbuh bersama penantian, abadi meski tak ada kembali yang diakhiri kontemplasi dalam tanpa dendam saat Azwar membubuhkan:

Kisah 6 (Foto: Azka Maula Satyananda)

Kisah 6 (Foto: Azka Maula Satyananda)

“Kini aku mulai menyadari, bahwa ternyata kau tak pernah pergi. Bahwa sesungguhnya kau hanya bersembunyi. Di sebuah tempat yang tak ada satu pun orang yang sanggup menginjakkan kaki. Di suatu sudut paling sepi, di dalam hati ini” sebagai caption foto terakhir.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info