Aksi Skena Bawah Tanah Pengisi Extreme Reborn Jogja

Oleh azkamaula,

Aksi panggung skena musik bawah tanah di Extreme Reborn 11 Maret 2017 nanti.

BERITA JOGJA – Skena musik bawah tanah Jogja menyimpan kengerian yang siap mengguncang jagat. 11 Maret 2017 nanti, di DC Milk and Bar, pengusung musik bawah tanah ini bakal menyajikan malam terberisik yang pernah ada di Jogja dalam gelaran: Extreme Reborn MMXVII.

Akun instagram Extreme Reborn, @extremereborn_id sudah membocorkan siapa-siapa saja pengisi acara yang akan digelar mulai jam dua pagi dan gratis itu. Berikut pasukan skena bawah tanah yang bakal tampil.

Sabbra Cadabbra

Terbentuk di Jogja Oktober 2013, Sabbra Cadabbra baru-baru ini mempresentasikan musikalitas mereka yang kejam dan beringas lewat album bertajul “Pandora”. 10 Lagu dalam “Pandora” memperdengarkan amarah melalui lick gitar Tephy yang baku hantam dengan pukulan drum Agung yang bekerjasama baik dengan add bass Gangga. Di ujungnya, teriakkan Bobby menuntaskan amarah itu sebagaimana mestinya.

Shut Up

Band beraliran metal core yang berusia lima tahun ini sangat menjanjikan lewat karya mereka “Satu Jari” dan “Rebel”. Bahari (vokal), Hutama (gitar), Abdan Acil (Drum), beserta additional Bass Danang dan Satria (gitar) kerap meliarkan panggung-panggung metal di Jogja dan Jawa Tengah. Musikalits mereka yang sukses mengolah trance menjadi beringas kerap ditunggu pendengar musik metal.

RCKMN

Metallica, Judast Priest, sampai Motorhead adalah makanan sehari-hari Argo Baskoro (vokal, gitar), Igan Alfiandra (Lead Gitar), Iswanjana Haris (Bass), dan Ahmad Yudhis (Drum). Karya mereka seperti “Wrap, So True, It’s Gone” atau “B.A.T.U” tak jauh dari suasana yang ditawarkan para legenda rock tersebut.

Suffered

Bersiaplah merasakan hujaman berton-ton distorsi di tiap karya Suffered. Mendengarkan Riff duet gitar Fathoni dan Pangestu bersama dentuman bass Soni Putra, beat matematis Benedictus Aji, yang disempurnakan orasi scream Visal Riantoro akan membuat malam semakin jahanam.

Recycle

Recycle adalah band yang tahu benar bagaimana mengolah kengerian lewat hantaman distorsi, dentuman bass-drum, dan ledakkan scream yang tak hanya sekadar keras namun juga mengestetik. Tidak salah jika tiga personel mendapat penghargaan best player dalam Djarum Super Road To Rockin Battle 2017: Edi (bass), Arif Ambiyanto (gitar), dan Suhud (vokal). Bersama Bobi (gitar) dan dan Sandi (Drum) mereka mengusung Groove Metal.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info