Ilustrasi dakwah (Foto: Istimewa)

Kisah Dakwah Kiai yang Meneduhkan Lewat Kodama Jogja

Oleh Jatu Raya,

Dakwah itu mengajak berbuat kebaikan dan kebajikan lewat cara yang baik pula

BERITA JOGJA –¬†Dakwah itu mengajak berbuat kebaikan dan kebajikan lewat cara yang baik pula. Banyak Kiai atau ulama berdakwah dengan menebar kebaikan, bukan kebencian seperti yang kerap terskpos di realita kekinian. Salah satu contohnya adalah para Kiai tahun 80-an di Jogja yang berdakwah melalui Korps Dakwah Mahasiswa (KODAMA). KODAMA adalah hasil pikiran dari pemikir di Krapyak seperti Kiai Munawir Afandi dan Kiai Hasbullah.

Ilustrasi dakwah (Foto: Istimewa)

Ilustrasi dakwah (Foto: Istimewa)

Ketika masih menjadi KODAMA, para kiai-nya aktif menyebar dakwah ke pelosok daerah dalam Jogja atau luar. Kisah unik dan lucu selalu menyertai para ulama yang berdakwah melalui KODAMA. Sebut saja H.M. Anwar Chamid. Ia sempat ditahan kepolisian Bantul karena diduga melawan negara. Saat orde baru berkuasa, tiap pendakwah diwajibkan Ia pasrah saja.

Saat ditahan, ia malah dapat teman baru, seorang polisi baik hati bernama Taslim yang memberinya makanan dan Al Quran saat ditahan. Dakwah kemudian lanjut di Kulon Progo. Anwar Chamid terpaksa berjalan kaki sejauh dua jam lantaran akses jalan dari Kecamatan menuju dusun yang dituju tak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Kegiatan dakwah Kodama juga menyasar tempat-tempat yang belum ramah kegiatan keagamannya. Tahun 1982, Anmar Chamid bersama Kodama diterjunkan ke terpencil di sebuah kota di Jawa Barat. Di desa itu pada tahun 1982 belum ramah kegiatan keagamaan. Ia menghidupkan kegiatan di mushola desa dan awalnya hanya lima warga yang menerima dan kerap mendengarkan dakwahnya. Sementara banyak orang yang tinggal di belakang mushola tidak suka dengan dakwan Anwar.

Bukannya marah, Anwar malah makin giat berdakwah di mushala dan menghidupkan aktivitasnya di sekeliling musholla dan akhirnya banyak yang menaruh simpati. Ia juga kerap membantu warga yang kesusahan tanpa diminta. Suatu ketika Anwar sedang meminta izin berwudhu di sebuah rumah warga. Dilihatnya tempat wudhu di rumah itu kotor sekali. Ia lalu mengajak warga lain kerja bakti membersihkan rumah warga yang kotor tersebut. Hal itu dilakukannya berulang kali sampai ia diterima di tempat tersebut.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info