Rizky Ade Surachman Gelar Teater Berbasis Ludruk

Oleh Jatu Raya,

Sarip Tambak Oso berkisah seorang pencuri bernama Sarip yang berani menentang pemerintahan kolonial Hindia Belanda di Jawa Timur.

BERITA JOGJA – Sutradara muda Teater, Rizky Ade Surachman bakal menggelar pentas teater berbasis ludruk berjudul Sarip Tambak Oso di Auditorium Teater ISI Jogjakarta, Rabu (11/1) malam nanti. Pertunjukan Sarip Tambak Oso adalah pentas tugas akhir yang diinisiasi dan dikelola secara kelompok oleh sutradara yang akrab disapa Kiki itu bersama, Giras, dan kawan-kawan Jawa Timur lainnya.

Poster Sarip Tambak Oso (Dok Kiki)

Poster Sarip Tambak Oso (Dok Rizky Ade Surachman)

Sarip Tambak Osoadalah legenda yang populer di jawa timur yang sering dipentaskan dalam pertujukan ludruk, terutama di daerah Surabaya dan Sidoarjo. Kisahnya tentang seorang pencuri budiman bernama Sarip yang berani menentang pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Kerangka yang dipakai dalam pertunjukan besok adalah dasar pakem ludruk. Pertunjukan dibuka Tari Remo dilanjutkan  Travesti, Dagelan (jula juli), dan ditutup cerita adegan. Pakem itu masih tetap ditampilkan dalam pertunjukan dengan tawaran yang lebih segar dan bisa dibilang baru.

“Set properti yang berbeda seperti pertunjukan teater pada umumnya. Dalam pertunjukan ludruk Sarip Tambak Oso kami mencoba mengolaborasikan musik tradisi dan musik barat sehingga membantu peristiwa cerita yang lebih terlihat modern tanpa meninggalkan esensi pakem ludruk,” tulis Kiki dalam keterangan rilisnya.

Pendapatan dari penjualan tiket yang dijual Rp15 ribu per lembar akan digunakan membiayai produksi pertunjukan dan sebagian pendapatan akan disumbangkan untuk kemanusiaan. Tiket bisa dibeli langsung di venue di waktu pertunjukan atau pesan ke 085708432474 (Iin Rahayu) dengan mencantumkan identitas diri dan jumlah tiket yang ingin dibeli.

Kiki sudah cukup banyak terlibat dalam dunia pertunjukkan di Jogja. Ia pernah berproses teater bersama seniman lawas Untung Basuki 2012-2014, aktor dalam naskah Pariyem , Deru pada Jogja yang diputar di Netpac Asian Film Festival (JAFF)  2015, menyutradarai pertunjukan teater realis Penyanyi Tenor tahun 2013, Godlob tahun 2014, dan Come and Go tahun 2015. Kiki juga sempat membuat film pendek fiksi Rambut Juara dan Footwear.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info