Tino Sidin (Foto: Tinosidin.net)

5 Seniman Jogja yang Diabadikan Jadi Nama Jalan

Para seniman besar di Jogja yang namanya diabadikan menjadi nama jalan.

BERITA JOGJA – Sebagai kota budaya, Jogja dikenal banyak melahirkan seniman. Seniman-seniman ini mendapatkan ruang tersendiri di Jogjakarta. Salah satunya dengan diabadikan menjadi nama jalan.

Jalan Affandi

Jalan Affandi dulunya bernama jalan Gejayan. Sejak Mei 2007, Jalan Gejayan berganti nama menjadi Jalan Affandi. Penggantian nama jalan ini bersamaan dengan peringatan 100 tahun Affandi.

Patung Affandi di Jalan Affandi (Foto: Istimewa)

Patung Affandi di Jalan Affandi (Foto: Istimewa)

Affandi sendiri adalah seorang maestro di bidang seni rupa. karya-karya beraliran abstraknya mengharumkan dunia seni rupa Jogjakarta bahkan Indonesia di kancah seni rupa dunia.

Jalan Nyi Condrolukito

Nyi Condrolukito adalah seorang pesinden legendaris asal Sleman. Perempuan bernama Turah ini merupakan pesinden idola Presiden Soekarno dan kesayangan Presiden Soeharto. Nama Condrolukito sendiri sebenarnya adalah nama suami dari Turah, seorang abdi dalem Kraton Jogja.

Nyi Tjondrolukito (Foto: Istimewa)

Nyi Tjondrolukito (Foto: Istimewa)

Nyi Condrolukito dikenal sebagai pesinden dengan uyon-uyon khas Jogjakarta. Beberapa karya Nyi Condrolukito yang dikenal adalah Kutut Manggung dan Jineman Uler Kambang. Hingga saat ini dua karya itu masih menjadi panutan bagi para pesindhen.

Untuk mengenang jasa dan kiprahnya memajukan dunia sinden Indonesia, pemerintah Kabupaten Sleman pun mengabadikan namanya menjadi nama jalan. Jalan Nyi Condrolukito digunakan untuk mengganti nama Jalan Monumen Jogja Kembali. Jalan Nyi Condrolukito membentang sejak ruas jalan dari Petinggen_Batas Kota hingga perempatan Monumen Jogja Kembali.

Jalan Amri Yahya

Amri Yahya dikenal di kancah internasional sebagai pelukis batik. Pria kelahiran Ogan Hilir ini melukis dengan media acrylic, acquarel, cat minyak dan menekuni media batik sebagai media ungkap. Ia berhasil menelurkan ribuan karya lukisan batiknya baik yang berukuran kecil dan besar.

Amri Yahya (Dok Istimewa)

Amri Yahya (Dok Istimewa)

Beberapa karya dosen Ikip Jogjakarta (sekarang menjadi Universitas Negeri Yogyakarta) dan ISI Jogjakarta ini bahkan digunakan pula untuk busana dengan memilih lebak-lebung atau panorama alam sebagai subject matter sebagai potret sebagian besar rakyat Indonesia yang hidup di kawasan pedesaan.

Nama Amri Yahya diabadikan menjadi nama jalan pada 11 Januari 2006. Penamaan jalan menjadi Amri Yahya ini menggantikan nama jalan yang sebelumnya yaitu Jalan Gampingan. Jalan Amri Yahya terletak pada ruas jalan Kota Jogja mulai Jalan HOS Cokroaminoto sampai Jalan RE Martadinata.

Jalan Gito Gati

Gito Gati merupakan nama dua orang seniman kethoprak dan wayang. Dua saudara kembar ini bernama asli Ki Sugito dan Ki Sugati. Selain dikenal sebagai seniman, Ki Sugito dan Ki Sugati dikenal pula sebagai pelopor perintis seni tradisi di daerah Sleman.

Keduanya terlibat aktif dalam mendirikan Persatuan Seni Bagian Yogyakarta Utara (PS BAYU). Lewat PS BAYU ini Ki Sugito dan Ki Sugati mengajak dan mengajari warga Pajangan, Sleman (tempat tinggal mereka) mengembangkan ketoprak. Di masanya, PS BAYU ini tumbuh dan berkembang sebagai komunitas seni tradisi yang namanya dikenal di wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Nama Gito Gati sendiri diresmikan Bupati Sleman pada 15 Mei 2011. Jalan Gito Gati berada di jantung Kabupaten Sleman.

Jalan Tino Sidin

Tino Sidin (Foto: Tinosidin.net)

Tino Sidin (Foto: Tinosidin.net)

Sosok Tino Sidin dikenal lewat acara Gemar Menggambar yang disiarkan oleh TVRI di era 80-an. Saat tampil di acara Gemar Menggambar, Tino Sidin selalu tampil khas dengan berkemeja batik garis lengkung, berkaca mata dan bertopi bareta hitam dengan kuncir di atasnya. Penampilan khas Tino Sidin itu sempat menjadi ikon sosok seniman saat ada tayangan film atau drama di TVRI.

Untuk mengabadikan sosok Tini Sidin, pemerintah pun menggunakan namanya sebagai nama jalan. Jalan Tino Sidin berada di daerah Ngestiharjo, Bantul, Jogjakarta. Sebelum menggunakan nama Jalan Tinni Sidin, jalan ini dulunya bernama Jalan Kadipiro Baru.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info