Yum Soemarsoeno (Dok Istimewa)

Kisah Helikopter Pertama Indonesia Terbang di Atas Lapangan Sekip UGM

YSH terbang di Lapangan Sekip UGM yang kini jadi Kompleks Perumahan Dosen

BERITA JOGJA – Letnan Kolonel (Letkol) Pur Yum Soemarsono dikenal sebagai Bapak Helikopter Indonesia. Pria kelahiran Purworejo 10 Desember 1916 ini belajar otodidak membuat helikopter. Yum sama sekali tak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang kedirgantaraan.

Cerita pembuatan helikopter dimulai 1948. Mengutip buku “Kisah Hebat di Udara 2” Dudi Sudibyo, Yum bersama Wiweko Supono dan Nurtanio Pringgoadisuryo merancang helikopter di lereng Gunung Lawu. Bermodal mesin sepeda motor bermerk BMW dengan kapasitas mesin 500 cc, Yum bersama rekannya merancang dan membuat helikopter pertama buatan Indonesia. Helikopter itu dinamai RI-H.

Ketika merancang dan membuat helikopter tersebut, Yum hanya berbekal pengetahuan dari lembaran stensilan tentang aerodinamika karya ilmuwan Belanda, Ir. Oyen yang terbit tahun 1940 dan sebuah gambar dari Majalah Popular Science terbitan tahun 1939. Lewat dua sumber referensi tersebut, Yum belajar membuat helikopter.

Yum Soemarsoeno (Dok Istimewa)

Yum Soemarsono (Dok Istimewa)

Sayangnya, RI-H yang direncanakan akan diterbangkan pada 24 Desember 1948 gagal diterbangkan. Agresi Militer Belanda berhasil menghancurkan helikopter pertama bikinan Indonesia. Pesawat Belanda yang berpatroli di sekitar Gunung Lawu berhasil menemukan dan menghancurkan helikopter karya Yum tersebut. Beruntung mesin helikopter dan rotornya masih bisa diselamatkan.

Berbekal mesin dan rotor RI-H, Yum bersama Soeharto dan Hatmidji kemudian ditugasi oleh KSAU pertama, Suryadarma untuk kembali membuat sebuah helikopter. Helikopter kedua bikinan Yum yang kemudian dinamai dengan nama Yum Soeharto Hatmidji (YSH) ini berhasil terbang. Ini merupakan helikopter pertama karya anak bangsa yang berhasil terbang.

YSH berhasil terbang setinggi 10 meter di tahun 1950. YSH terbang di Lapangan Sekip UGM. Lapangan ini kini menjadi kompleks perumahan dosen UGM blok M dan N. Sayangnya, helikopter pertama yang berhasil terbang ini tak berumur panjang. Ketika akan dibawa ke Lapangan Kalijati Subang, helikopter YSH ini tersangkut kawat listrik saat dalam perjalanan. Akibatnya, rotor helikopter ini rusak dan helikopter YSH tak bisa lagi digunakan.

Sebenarnya, helikopter YSH akan kembali dibangun di bengkel induk 90 Angkatan Darat. Namun, karena usulan dari Karno Barkah, akhirnya helikopter YSH tidak lagi dilanjutkan perbaikannya. Yum kemudian membuat sebuah helikopter yang berukuran lebih besar dibandingkan helikopter YSH. Kemudian lahirlah Soemarkopter.

Soemarkopter dirancang ditahun 1954. Helikopter ini berhasil terbang setinggi tiga meter dengan jarak penerbangan 50 meter dengan mesin berdaya 60 pk. Penerbangan helikopter ini disaksikan dan diawaki oleh Leonard Parish seorang Instruktur perusahaan Hiller Helicopter, Amerika Serikat. Pada tanggal 10 April 1954, Soermarkopter berhasil terangkat dari permukaan tanah setinggi 1 kaki. Setelah Yum kemudian mendapatkan beasiswa untuk belajar tentang kedirgantaraan di Amerika Serikat (AS). Sepulangnya dari AS, Yum pun terus merancang helikopter untuk Indonesia.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info