Kebersamaan Ala Pameran AKAP di Jogja

Pameran yang akan mengetengahkan 15 karya kontemporer beragam ukuran ini akan diresmikan oleh Dr. Oei Hong Djien dan akan berakhir pada tanggal 7 Januari 2017.

AKAP (Foto: Dedi Yuniarto)

AKAP (Foto: Dedi Yuniarto)

BERITA JOGJA – Enam perupa berbeda daerah asal yakni AT Sitompul (Medan), Dedy Sufriadi (Palembang), Gusmen Heriadi (Padang), Luddy Astaghis (Malang), M.A Roziq (Lampung), dan Suharmanto (Yogyakarta) menggagas sebuah pameran bersama bertajuk “AKAP”. Pameran yang sedianya diselenggarakan di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan no.7, Alun-Alun Jogja akan dibuka secara resmi pada tanggal 15 Desember 2016 mulai pukul 19.00 WIB.

AKAP sebagai label pameran terinspirasi lantaran perbedaan daerah asal masing-masing seniman pesertanya. Sekali lagi, AKAP dimaknai sebagai tajuk pameran, dan tidak dimaksudkan sebagai sebuah nama kelompok. AKAP kependekan dari Antar Kota Antar Propinsi yang merujuk pada panjangnya rute layanan operator bus dengan trayek yang meliputi antar daerah dan melintasi lebih dari satu propinsi. Bagi anggota kelompok ini yang berasal dari Sumatera dan Jawa Timur tentu pernah sangat akrab dengan bus AKAP.

Pada saat mereka masih menyandang status sebagai mahasiswa, bus AKAP merupakan moda transportasi yang sering mereka gunakan karena paling ekonomis bila dibandingkan moda lain seperti pesawat terbang yang pada saat itu harga tiketnya setinggi langit. Pun bisnis travel atau sewa mobil masih belum begitu menjamur seperti sekarang.

Adapun tema besar yang merangkai pameran ini adalah “kebersamaan”. Sebuah kebersamaan yang justru dilandasi oleh kesadaran akan adanya perbedaan masing-masing para pelakunya. Di tengah situasi Indonesia yang tengah diuji komitmen kehidupan kebhinekaannya, maka tema “kebersamaan” yang ditawarkan oleh enam perupa (yang sebagian besar) alumni ISI Jogja ini menjadi up to date dan tentu saja patut untuk disimak.

Karya M.A Roziq <See and Feel, 120 x 100 cm (5 panels), Oil paint tube, plastic, stainless on canvas, 2016

See and Feel karya M.A Roziq di Pameran AKAP

Jika pada umumnya kegiatan bersama dibangun di atas pondasi kesamaan-kesamaan seperti misalnya kesamaan suku, kesamaan jurusan kuliah, kesamaan angkatan, kesamaan genre lukisan yang dianut, dan seterusnya, namun kelompok kecil ini bersama-sama justru karena karya dan gaya mereka berbeda. Mereka berkeyakinan bahwa ketidaksamaan (baca: perbedaan) malah memperkuat kebersamaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebersamaan memiliki arti “hal bersama” atau aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama. Bertolak dari kata dasar “sama” maka kebersamaan ini pun berlandaskan kesamaan; semangat yang sama, pemikiran yang sama, tujuan yang sama, latar belakang yang sama, atau cita-cita yang sama. Namun alamiahnya tidak saja kesamaan, perbedaan pun memiliki andil kuat membangun kebersamaan, mengingat kita masing-masing memiliki kekurangan-kelebihan serta pemikiran yang tidak mungkin sama.

Kebersamaan yang baik adalah kebersamaan yang berlandaskan kebutuhan (need) bukan paksaan. Kebersamaan yang terbentuk karena kebutuhan biasanya lebih mudah mencapai tujuan dibandingkan kebersamaan oleh karena paksaan. Kebersamaan yang ideal bercirikan adanya tenggang rasa, kekompakan, dan kepentingan bersama. Ruang kebersamaan memungkinkan kita menemukan kemungkinan-kemungkinan baru, ilmu pengetahuan baru, dan teman-teman baru sebagai wahana saling bertukar pengalaman dan wawasan.

Seringkali terlihat rombongan burung bangau terbang ke arah Selatan dalam formasi huruf “V” di angkasa. Saat burung pada bagian depan mengepakkan sayap, hal itu memberikan daya dukung bagi burung di belakangnya. Ini terjadi karena bangau yang berada di belakang tidak perlu bersusah-payah menembus dinding udara di depannya.

Konon dengan terbang dalam formasi “V” ini seluruh kawanan dapat menempuh jarak jelajah lebih jauh hingga 71% dibandingkan apabila mereka terbang sendiri-sendiri. Ketika bangau yang terbang pada bagian paling depan lelah, ia akan terbang memutar ke belakang formasi, lalu bangau yang lain akan menggantikan posisinya.

Menyimpan Rahasia karya AT Sitompul

Menyimpan Rahasia karya AT Sitompul

Apakah makna hakiki dari kebersamaan? Jawabannya tentu tidak terlepas dari sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Jelas manusia tidak akan pernah bisa benar-benar hidup dalam kesendirian. Kita tak mungkin sebagai makhluk egois yang merasa mampu melakukan segala sesuatu sendirian dan tak membutuhkan uluran tangan orang lain. Kehidupan adalah suatu siklus sebab-akibat.

Berpikir dan berbuat baik, saling berbagi dalam kebersamaan, serta menjalin sebuah hubungan yang positif itu pilihannya. Barang siapa menanam kebaikan, niscaya memetik kebahagiaan. Barang siapa menanam keburukan, niscaya menuai penyesalan. Demikanlah rumus adab sosial di tengah-tengah alam-semesta yang maha saling terkait ini.

Keterkaitan dimaknai sebagai asal-muasal kehidupan. Sebagaimana pendapat para ilmuwan bahwa tak ada makhluk hidup yang muncul dengan sendirinya. Tak ada peristiwa yang terjadi dengan sendirinya. Semua saling terkait. Bahkan hal remeh-temeh yang terlepas di alam semesta ini dikemudian hari akan berdampak sangat luar biasa bagi keseimbangan di tempat lain.

Adalah Edward Norton Lorenz yang pertama kali menyampaikan pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil secara teori dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Dikemudian hari teori ini dikenal sebagai “efek kupu-kupu” (butterfly effect) yang dalam teori chaos (chaos theory) terkait dengan “ketergantungan yang peka terhadap kondisi awal” (sensitive dependence on initial conditions), di mana perubahan terkecil sekalipun pada satu tempat dalam suatu sistem non-linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian.

Kepakan sayap kupu-kupu secara teori menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfir bumi yang pada akhirnya mengubah jalur angin ribut (tornado) atau menunda, atau mempercepat, atau bahkan mencegah terjadinya tornado di tempat lain. Kepakan sayap ini merujuk kepada perubahan kecil dari kondisi awal suatu sistem, yang mengakibatkan rantaian peristiwa menuju kepada perubahan skala besar (efek domino). Alam menjadi guru!

Percakapan Kosong karya Luddy Astaghis

Percakapan Kosong karya Luddy Astaghis

Masyarakat Nusantara sebagai komunitas agraris sangat menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Ada beberapa fenomena menarik bagaimana mereka membangun rasa kebersamaan. Bakar batu merupakan tradisi penting di Papua, berupa ritual memasak bersama-sama warga sekampung sebagai sebuah ungkapan rasa syukur, dan silaturahim mengumpulkan sanak-saudara menyambut kebahagiaan seperti: kelahiran, perkawinan adat, penobatan kepala suku, atau guna mengumpulkan prajurit untuk berperang. Sementara itu wahana kebersamaan mereka terwujud dalam bentuk “rumah bujang”.

Rumah bujang ini tidak saja berfungsi sebagai tempat untuk mengadakan rapat-rapat namun juga sebagai tempat upacara adat dan keagamaan. Fungsinya hampir mirip dengan “balai” dan “surau” pada masyarakat Minang. Bedanya jika balai adalah sebuah ruang kebersamaan untuk mengadakan rapat-rapat warga, sementara surau lebih diutamakan sebagai ruang pendidikan non-formal bagi anak remaja laki-laki untuk belajar petatah-petitih, adat merantau, belajar sejarah leluhur serta budaya dan tata nilai masyarakat setempat.

Pada masyarakat Batak di Sumatera Utara terdapat rumah adat Bolon yang biasanya dihuni oleh empat hingga enam keluarga yang hidup bersama-sama. Masyarakat Dayak di Kalimantan mengenal rumah adat Betang yang biasanya dihuni oleh 100 hingga 150 jiwa secara bersama-sama.

Dalam era serba digital ini, kebersamaan dalam konteks gagasan, dapat dibangun melalui sarana komunikasi dan media sosial. Namun dalam konteks fisik ia kian luas dan luwes, ia dapat saja ada di mall, cafe, hotel, panggung pertunjukan, lapangan futsal, atau bahkan terwujud melalui sebuah event pameran seni rupa semacam ini.

Pameran yang akan mengetengahkan 15 karya kontemporer beragam ukuran ini akan diresmikan oleh Dr. Oei Hong Djien dan akan berakhir pada tanggal 7 Januari 2017.

Tulisan dan Foto oleh Dedi Yuniarto

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info