Video Klip Momo dan Parabiru: Untuk Mereka yang (Masih) Tersembunyi dalam Gelap

Video klip ini mampu memvisualkan musik Art Rock sekaligus lirik perenungan dalam Momo dan Parabiru

BERITA JOGJA – Satu pekan setelah meluncurkan video lirik single “Superhero”, Momo dan Parabiru resmi merilis video klip mereka, Rabu (23/11) siang. Disutradarai Achmad Ubaidillah, video klip ini mampu memvisualkan musik Art Rock Momo bersama Agib Tanjung (bass), Zuhdil HK (gitar), dan Aulya Khan (drum) yang dibalut¬† langgam Jawa. Pun dengan lirik kuat hasil perenungan panjang Momo di deretan pegunungan.

Dalam video tersebut, lantunan sinden divisualkan dengan gambaran batik. Sedangkan lirik tentang mereka yang terus berjuang di tengah quo vadis mayoritas dengan segala keterbatasan divisualkan lewat aksi breakdance Arief Onelegz. Arief sendiri adalah kawan Udjo di Malang yang kehilangan satu kaki karena musibah.

“Dan untuk kisah Breakdance Kaki Satu dalam video ini, aku tidak ingin mengeksplor sisi sedih yang ia rasakan sebagai breakdancer berkaki satu. Malah justru sebaliknya, aku ingin menunjukan kesetaraan dan keberhasilannya dalam melawan rasa sedih, rasa takut, rasa kecil hati. Keberhasilan itu ia tunjukan melalui kemampuan hebatnya dalam menari dan banyaknya senyuman yang ia berikan, yang akhirnya bisa membuatnya menjadi inspirasi banyak orang,” tulis Udjo dalam pers rilis yang dikirimkan ke redaksi.

Karya Momo ini memang hasil perenungan dalam. Lagu “Superhero” berawal dari pertanyaan besar eks Captain Jack itu terhadap situasi sosial saat ini. Di tengah manusia yang makin individual, di tengah-tengahnya selalu ada saja orang yang dengan ikhlas mengorbankan dirinya untuk dan demi kepentingan orang banyak meski mempertaruhkan nyawa.

mengapa ada nama-nama seperti Munir, Wiji Thukul, Marsinah, Salim Kancil, atau bahkan Tan Malaka, dan masih banyak lagi nama-nama tersembunyi dalam gelap yang rela keluar kotak aman mereka, tapi akhirnya mereka mengorbankan ego pribadi, sampai-sampai harus kehilangan napas kehidupan yang berharga.

“Apapun motif beragam yang menjadi awal dari semua kisah berani, satu hal yang pasti adalah mereka semua bagian dari ‘kita’, bagian dari kemanusiaan,” kisah Momo.

Selain itu, lagu yang dia ciptakan ini juga berangkat dari pertanyaan sederhana sehari-hari soal arti pahlawan yang jarang dianggap penting. “Sesederhana kita memberanikan diri menanam pohon saat semua orang menanam beton. Superhero adalah kamu, aku, kita, tanpa rasa takut,” tambah Momo.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info