Olski Band: Pop Manis yang Menyegarkan

Lagu-lagu manis dengan nada yang mudah nyantol, lirik gampang diingat dengan performa asyik dan unik di tiap penampilan bikin Olski jadi band pop manis yang paling ditunggu

BERITA JOGJA – Saya cukup beruntung bisa kuliah di Jogja. Kota seni yang banyak melahirkan band-band pop manis yang musiknya berkualitas. Waktu saya SD, saya sering sekali diperdengarkan musik-musik band Jogja sama kakak. Ada Sheila On7, Jikustik, Newdays, Es Nanas, sama Streovila. Mungkin banyak lagi di era tahun 2000-an band Jogja yang punya lagu manis.

Saya terjebak dengan lagu-lagu mereka itu dari SD, SMP, SMA, sampai segede mamoth sekarang ini. Hampir lima tahun kuliah di Jogja (enggak lulus-lulus, hiks) saya juga masih sering dengerin lagu mereka. Apalagi sekarang saya rasa Jogja mulai kehabisan band pop manis yang lagu-lagunya enak banget didengerin dan mewakili perasaan galau anak muda tapi juga menjaga kualitas.

Saya akui band Jogja banyak yang keren-keren sekarang ini. Musiknya asyik banget buat joget. Pas nonton Kustomfest, banyak band Jogja yang nampilin musik keren. Saya juga suka tuh sama Stars And Rabbits, band yang vokalisnya punya suara unik banget. Musiknya juga bagus dan berbobot. Saya nonton mereka pas manggung di Foodiest Demangan (kurang kerjaan ya, harusnya bikin skripsi, bukannya jalan-jalan). Tapi belum ada yang masuk kriteria saya pribadi sebagai penggemar musik Pop manis.

Olski Band (Dokumen Olski)

Olski Band (Dokumen Olski)

Soal band pop ini, saya akhirnya cocok sama band yang baru-baru ini saya saksikan penampilannya di SasArt kampus Sanata Dharma. Nama band-nya Olski. Konsep mereka akustikan. Drum-nya pakai kotak kayu besar yang umumnya dipakai di penampilan akustik (Kajon-Red). Terus ada pemain pianika plus Glockspeel, gitar satu, Bassist, dan vokalisnya cewek. Waktu pertama kali lihat mereka di SasArt, saya pertama mikir negatif, “ah, pasti band yang lagu-lagunya enggak jelas” begitu.

Tapi, pas mereka mulai mainin lagu pertama di SasArt, cover lagunya White Shoes kalau enggak salah, pandangan saya berubah. Apalagi pas mereka mainin lagu sendiri, tambah salah lah pandangan negatif saya (maaf ya kakak-kakak). Musik akustik yang mereka mainkan terasa ringan dan enak didengar. Pas lagu White Shoes misal, coveran mereka enak didengar meski dengan peralatan akustik. Enggak mirip sama White Shoes tapi enak banget buat didengar. Pas mainin Mocca yang “Secret Admirer” juga sama bagusnya. Saya sangat menikmati sekali malam itu, pun sama penonton lainnya. Meski lesehan, kepala tetap goyang dan nyanyi bareng pas lagu terakhir.

Setelah di SasArt, saya dapat kabar dari teman yang ngasih tahu kalau mereka main lagi di kampus UNY. Saya penasaran mau nonton mereka lagi setelah kesan baik di pertemuan pertama (ciyeh..). Saat di UNY mereka ketambahan pemain flute. Lagi-lagi saya mendapat kesan baik dari penampilan Olski. Vokalisnya yang baru-baru ini saya tahu namanya Dea, punya suara bagus. Dia kalem di atas panggung dengan kostum vintage. Gitarisnya (Dicky Mahardika) juga lucu, komunikatif dengan beberapa kali lempar joke segar lalu ngocol di atas panggung.

Olski di Sing#4 (Dokumen Olski)

Olski di Sing#4 (Dokumen Maretha)

Pemain pianika (Sobeh) penampilannya juga lucu, pakai topi boneka beruang. Suara pianikanya bikin teduh. Bassist mereka ternyata aditional, saya juga dapat dari internet kalau Olski enggak pakai bass barusan. Catatan buat bassist (mirip komedian siapa gitu) aditional Olski, mainnya semangat banget. Mas bassist joget-joget asyik, iramanya enak dan pas sama pukulan drummer (Atika).

Enggak cuma penampilan mereka yang lucu dan unik. Lagu-lagu Olski juga unik dan gampang diingat. Ada “Titik Dua Bintang” yang bikin saya terus gumam-gumam iramanya sampai hari ini. Terus ada “Rindu” yang dibilang gitarisnya (namanya Dicki, lho) lagu ditinggal nikah yang juga bikin saya gumam-gumam terus. Menurut saya saat ini mereka bisa dibilang band yang punya kualitas lagu pop asyik dan paham sama karakter pendengar pop di Jogja yang kebanyakan mahasiswa.

Lagu-lagu manis dengan nada  yang mudah nyantol, lirik enggak kampungan, dengan performa asyik dan unik di masing-masing personel buat saya bikin Olski jadi band pop manis yang paling ditunggu. Musik mereka beda seperti band-band akustik lainnya. Meski enggak lulus-lulus, saya bersyukur masih di sini, bisa dua kali nonton Olski yang lagu-lagunya kayaknya jadi teman buat garap skripsi. Selanjutnya, tinggal menunggu mereka bikin album dan menyetelnya berulang-ulang.

Maretha Fernando
Penggemar Olski

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info