4 Keunikan Kontes Mobil Hemat Energi di Candi Prambanan

Diikuti 60 tim dari 38 Universitas se-Indonesia, selama empat hari penyelenggaran, KMHE punya empat kisah unik

BERITA JOGJA – Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE)  yang diprakarsai Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) di Candi Prambanan Selasa (1/11) sampai Jumat (4/11) unik dan menarik. Diikuti 60 tim dari 38 Universitas se-Indonesia, selama empat hari penyelenggaran, KMHE punya empat kisah unik seperti yang berikut ini.

Prambanan Disulap

Sirkuit di Candi Prambanan disulap menjadi sirkuit mobil prototipe. Jalan beraspal yang biasanya digunakan untuk pejalan kaki ini selama penyelengaraan digunakan untuk medan pengetesan mobil. Sirkuit sepanjang 1,6 KM ini pun dipasang pagar besi di sepanjang sisi untuk keselamatan driver.

Mobil Imut

Mobil hemat energi yang imut-imut (Foto: IRC)

Mobil hemat energi yang imut-imut (Foto: IRC)

Mobil prototipe dari puluhan kontestan ini rata-rata berbentuk kecil. Ada yang memanjang lancip, elips, ada pula yang seperti mobil kodok. Bodi dan rangka sangat ringan sehingga bisa diangkat oleh empat sampai lima orang. Ban yang digunakan juga kecil laiknya ban sepeda.

Lomba Irit-Iritan Bahan Bakar

KMHE 2016 bukan ajang adu balap mobil dengan kecepatan tinggi tapi irit bahan bakar. Salah satu tim yang cukup berhasil adalah Nakoela dari Universitas Indonesia (UI). Mereka sukses membuat mobil elips berwarna hitam buatan 2016 ini menempuh waktu kurang dari 30 menit dari lap yang diminta panitia. Selain itu, Nakoela juga sukses mencatatkan data mobil dengan pengiritan 1 liter bensin mampu menempuh jarak 700 Km.

Tim Nakoela UI foto bersama (Foto: IRC)

Tim Nakoela UI foto bersama (Foto: IRC)

“Semua komponen, kecuali mesin untuk tahun ini kami buat sendiri. Beda sama tahun lalu. Targetnya bisa sampai 1000 KM. Selain mesin dan rangka, pemilihan ban juga pas banget karena dibantu sama IRC yang impor bannya dari luar negeri dan khusus buat Nakoela,” kata Immanuel, driver Nakoela.

Tim IRC sendiri memang tidak mau setengah-setengah dalam membantu Nakoela. Ban diimpor IRC dengan kualitas prima untuk tim UI. “Teknologinya sama dengan RRC Enviro tapi ukurannya khusus buat Nakoela dan tidak diproduksi di Indonesia sehingga kami impor dari Jepang,” kata Ferdi Septian, Assisten Brand Manager IRC Tire.

Bantu Pariwisata

Sejumlah hotel di sekitar Prambanan lumayan ramai dengan adanya event ini. Banyak orang tua dan tim dari Universitas se-Indonesia yang menginap di sekitar Prambanan. Event ini memang cukup bermanfaat bagi pariwisata Jogja.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info