Konferensi Internasional Kesusasteraan XXV Luncurkan 7 Buku

Oleh azkamaula,

Sastra memiliki peran besar untuk turut serta dalam kerja penyelamatan eksistensi bumi dari eksploitasi.

BERITA JOGJA – Konferensi Internasional Kesusasteraan XXV Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia yang digelar di Fakultas Bahasa dan Senin (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 13-15 Oktober 2016 lalu melahirkan 6 buku dan satu antologi puisi yang merangkum segala persoalan lingkungan kekinian dalam bingkai kesusateraan Indonesia.

Enam buku yang dihasilkan lalu diluncurkan adalah “Menggagas Pembelajaran Sastra Hijau”, “Sastra, Kekuasaan, dan Penyelamatan Lingkungan”, “Pendidikan Lingkungan melalui Sastra”, “Sastra Hijau dan Ekofeminisme”, “Sastra yang Merawat Bumi”, dan “Sastra Hijau dalam Berbagai Media”. Satu antologi puisi berjudul “Nyanyian dari Hutan, Pantai, dan Taman Kota” juga turut diluncurkan. Semua buku berisi hasil riset dan pemikiran mendalam dari pemerhati, pelaku, dan akademisi kesusasteraan Indonesia.

Buku antologi puisi (Dok Else Liliani)

Buku antologi puisi (Dok Else Liliani)

Else Liliani M.Hum, salah satu editor “Sastra Kekuasaan, dan Penyelematan Lingkungan” menjelaskan bahwa tema lingkungan terpilih karena menjadi tema besar dalam konferensi yang diikuti ratusan peserta selama tiga hari. Selain itu, persoalan lingkungan tidak luput dari pemikiran akademisi, pelaku, maupun pemerhati sastra karena tengah berada di titik yang membahayakan. Di sisi lain, sastra luwes digunakan sebagai nampan produksi wacana pembaca untuk lebih mencintai lingkungan.

“Sastra memiliki peran besar untuk turut serta dalam kerja penyelamatan eksistensi bumi dari eksploitasi. Sastra dianggap memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran sekaligus memberikan pencerahan tentang narasi besar penyelamatan lingkungan. Pengaruh yang diberikan sastra sangat kuat tetapi halus. Ia mempengaruhi tanpa meledak-ledak laiknya orasi politik,” katanya ditemui di kampus FBS UNY, Kamis (20/10) kemarin.

Semua tulisan dalam rangkaian buku ini merupakan hasil riset dan pemikiran mendalam yang sudah penulis sampaikan dalam konferensi internasional selama tiga hari dalam kegiatan The 3rd International Conference on Literature (ICOLITE) yang terlaksana atas kerjasama antara HISKI Komisariat UNY dengan FBS.

Memakai beragam sudut pandang, dari strukturalisme sampai posmo, para penulis membuat buku ini layak baca tidak hanya bagi mahasiswa sastra saja. Isinya beragam, mulai dari tulisan akademis membingkai pendidikan lingkungan dalam ruang sastra, hasil riset karya sastr, sampai esai mengenai persoalan khas lingkungan di daerah-daerah tertentu. Semua dibahas tuntas dengan frame penulis masing-masing.

Di buku “Sastra Kekuasaan, dan Penyelamatan Lingkungan” misalnya jadi contoh bagaimana para akademisi dan pecinta sastra menyampaikan hasil risetnya. Tulisan Nanny Sri Lestari tentang Mitos Ratu Kidul mengisahkan bagaimana masyarakat Jawa kuno mencintai lingkungan dari sudut pandang kultural tradisi yang perlahan kian memitos.

Ada juga tulisan Asep Yusuf Hidayat yang mampu membuncahkan produksi wacana kuasa kolonial terhadap lingkungan melalui karya sastra yang kini masih berkelindan di masyarakat. Isu-isu lingkungan dalam kebijakan Bahasa Indonesia tajam dalam tulisan Juanda, atau simak saja kedalaman pembedahan analisis Else Liliani terhadap nalar masyarakat Jawa terhadap alam dari demit dalam karya Hesu Kesawamurti.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info