UKM Tari Bali UGM Pentaskan “Tuduhan Ratna Manggali”

Oleh Jatu Raya,

Pentas dikemas dengan konsep yang sepenuhnya mementaskan tarian Bali tradisional dan drama yang diambil dari kisah Calonarang.

BERITA JOGJA – Unit Kegiatan Mahasiswa Unit Tari Bali (UTB) Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal menggelar Drama Taru pentas akhir tahun di Gedung Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Sabtu (22/10) mendatang. Pentas ini adalah ajang unjuk gigi seluruh anggota, dari artistik maupun produksi selama berproses rutin di UTB. Drama Tari akan mengangkat kisah Calonarang berjudul “Tuduhan Ratna Manggali”.

“Tujuan pentas akhir tahun ini adalah menjadikannya sarana bagi anggota untuk mengembangkan bakat dan menerapkan pelajaran yang sudah didapat di UKM Unit Tari Bali. Selain itu kami ingin mengenalkan kesenian Bali pada warga UGM dan masyarakat umum,” terang Desak Risma, panitia Artction #3.

(Foto: UKM Tari Bali UGM)

Poster Artction #3 (Foto: UKM Tari Bali UGM)

Pentas yang akan dimulai pukul 18.00 WIB ini digarap oleh anggota dan pengurus dari UKM Unit Tari Bali Natya Wiraga Adigama dan dibantu oleh pihak luar yaitu Asrama Bali untuk iringan musik yang berupa gamelan Bali. Pentas dikemas dengan konsep yang sepenuhnya mementaskan tarian Bali tradisional dan drama yang diambil dari kisah Calonarang.

“Kami jual tiket presale Rp 20 ribu, sedangkan di tempat mulai dari Rp20-Rp50 ribu. Semoga saja civitas akademika UGM dan masyarakat terhibur lalu menambah apresiasi terhadap kebudayaan negeri sendiri,” harap perempuan manis ini.

Tuduhan Ratna Manggali” yang akan dipentaskan berkisah tentang legenda yang berkembang di Pulau Bali. Alkisah, para warga di pasar Desa Girah mendadak ramai membicarakan kedatangan Ratna Manggali yang tengah berbelanja ke pasar. Para warga membicarakan keberadaan Dyah Ratna Manggali di Pasar yang dianggap merusak kenyaman pasar. Ratna manggali pun menyadari kalau¬† keberadaannya yang sudah menjadi perbincangan warga, karena dianggap memiliki ibu yang memiliki Aji Wegig (ilmu pengeliakan). Seketika itu, ratna manggali mengurungkan niatnya untuk berbelanja untuk kembali ke rumah.

Ibu Ratna Manggali mengetahui hal ini lalu menyebarkan penyakit ke seluruh desa. Raja Airlangga mengetahui hal ini lalu mengutus murid Empu Baradah yaitu Empu Bahula untuk menikahi Ratna Manggali dengan tujuan mengambil buku kesaktian mertuanya. Setelah buku kesaktian itu berhasil diambil terjadilah peperangan hebat di Setra Ganda Mayu yang menyebabkan meninggalnya Ibu Ratna Manggali dan pada akhirnya Ratna Manggali menjadi Rangda di desa Girah.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info