Slank Perkasa di Stadion Kridosono

Slank mereka masih memberi efek luar biasa dan tahu betul bagaimana seharusnya menuntaskan kerinduan Slankers.

BERITA JOGJA – Dua tahun Slank absen dari panggung Stadion Kridosono Jogja. Ada rasa kangen berlipat dari Slankers Jogja menyaksikan band dengan deretan prestasi dan evolusi yang membikin bergidik ini kembali menaklukkan tempat “keramat” di dunia musik Jogja ini. Ketika ada kabar Bimbim, Kaka, Ridho, dan Ivanka akan menggelar konser di Kridosono Sabtu (15/10/2016) malam, sudah banyak Slankers yang langsung menuju Jogja dari tempat masing-masing satu hari sebelumnya.

Slank

Aksi panggung Slank saat di Jogja tahun 2014.(Foto: Cahyo PE)

Para Slankers mulai masuk Jogja sehari sebelum konser. Slankers Jogja mengambil peran sebagai tuan rumah yang teramat baik. Mereka menemani Slankers dari daerah lain ngemper santai di pinggiran Stadion Kridosono. Bendera dipasang di dinding luar stadion, lapak merchendise digelar, lalu bareng-bareng menyanyikan lagu-lagu Slank dengan gitar kopong. Orang-orang yang lewat di bundaran Kridosono harus maklum.

Promotor konser bertajuk “Rame-Rame Cinta Indonesia” membanderol tiket sebesar Rp 50 ribu. Cukup mahal konser dengan banderol segitu di Yogyakarta. Biasanya, kata Yoyon, Slankers asal Pemalang, tiket paling mahal Rp 30 ribu. Tapi, bukan Slankers namanya kalau sudah keder. Slankers adalah orang-orang yang tahu bagaimana bertahan hidup. Sebagian Slankers keliling Yogakarta dengan gitar kopong. Mereka ngamen di warung-warung. Duit yang terkumpul buat beli tiket konser.

“Mas Bimbim bilang kalau memang cinta sama Slank, jangan lompat pagar (Baca: Slank Konser di Kridosono, Bimbim: Jangan Lompat Pagar). Kami enggak punya duit, adanya buat balik ke rumah masing-masing. Jadinya konser. Tapi orang Jogja baik-baik ya, tahu kalau Slankers, mereka kasih lebih,” certa Yoyon ditemui di warung Mie Ayam Jalan Solo.

Slankers di depan panggung konser (Foto: Cahyo PE)

Slankers di depan panggung konser (Foto: Cahyo PE)

Pesta tiba. Ketika gerbang stadion dibuka mulai pukul 15.00 WIB, Slankers-yang sudah beli tiket-merangsek masuk ke dalam. Band lokal seperti Kiki and The Klan, Jamphe Johnson, dan Bravesboy tampil sebagai pembuka. Slankers merespon dengan goyang pogo dan shaggy saat menikmati lagu-lagu mereka. Pun ketika giliran Steven Jam naik ke panggung. “Serenade” atau cover “Ikan Bakar” dari sesepuh reggae Imanez sukses membuat Slankers bergoyang.

Pukul 20.30 WIB, lampu panggung dipadamkan. Slankers mulai sesak di depan pagar pembatas. Sebagian ada yang berdiri di pundak kawan mereka lalu membentangkan bendera Slank beserta Slankers masing-masing. Palembang, Riau, Pekalongan, Klaten, Jogja, dan banyak daerah lain dikibarkan sembari meneriakkan nama masing-masing personel. Ketika keempatnya masuk panggung, Stadion Kridosono bergemuruh. Air mata nyaris tumpah ketika Slank bersama ribuan Slankers menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat di awal konser.

Dua tahun lalu, Slank masih komplet di Kridosono. Raungan gitar Ridho masih disambut lolongan slide Abdee. Sayap kiri dan kanan panggung seimbang dengan adanya dua sosok itu. Malam kemarin berbeda. Slank hanya berempat. Namun absennya Abdee tampaknya tak jadi masalah bagi Ridho. Petuah Bimbim agar kembali mengulik sound dan gaya main Jimi Hendrix tampaknya dikhatamkan Ridho. Riff gitarnya padat. Melodinya juga sesak di dalam aransemen yang memosisikan Ivanka sebagai ritem sekaligu penjaga beat bersama Bimbim di belakang Drum.

Kaka dan Ridho (Foto: Cahyo PE)

Kaka dan Ridho (Foto: Cahyo PE)

Kepadatan ini ditunjukkan dari banyak lagu yang mereka mainkan malam kemarin. Lagu-lagu yang jarang dibawakan di atas panggung seperti “Birokrasi Komplex”, “Jinna”, “Pulau Biru”, “Memang”> “Pulau Biru” masih berkelas di tangan keempatnya. Ridho sendirian mampu mengeksekusi rangkaian riff lagu-lagu njelimet di era Slank 90-an itu. Ribuan Slankers tak henti-hentinya bernyanyi. Pun ketika “Bangsat”, dibawakan bersama Va, anak Imanez. Slankers makin keras menyanyikan part lirik, “Bangsatku yang cantik” berulang-ulang.

Insiden kecil terjadi saat “Jadi Masalah” dibawakan. Satu bagian pagar pembatas ambruk karena Slankers yang saling berdesakkan. Mereka tampaknya benar-benar ingin menuntaskan kerinduan melihat para idolanya dari dekat. Puluhan Slankers jatuh bersamaan ambruknya pagar. Bidadari Penyelamat (BP) bersama keamanan sigap menolong. Kaka dan Bimbim jalan ke bibir panggung lalu menetralkan suasana yang nyaris kacau karena banyak Slankers yang langsung menuju bibir panggung. Tak perlu waktu lama bagi Slankers menuruti Kaka dan Bimbim di bibir panggung. Sebagian Slankers bersama BP memasang kembali pagar lalu rela menahan pagar agar tidak jatuh di depan Slankers lain.

Oppie Andaresta ikut masuk ke panggung lalu menyanyikan “Terlalu Manis” bersama Slank. Inilah lagu memabukkan peka jaman yang meregenerasi Slankers. Hadirnya Oppie memancing Bimbim beranjak dari drum lalu membikin koor bersama Slankers di bibir panggung.

Oppie Andaresta dan Kaka (Foto: Cahyo PE)

Oppie Andaresta dan Kaka (Foto: Cahyo PE)

Bimbim (Foto: Cahyo PE)

Bimbim (Foto: Cahyo PE)

Sang Jenderal malam kemarin masih seperti biasa: tak banyak omong namun selalu kharismatik. Gebukkannya masih rapi, penuh, dan tepat. Ia melempar energi saat melantunkan “Bidadari Penyelamat” atau menyuruh oknum di tengah Slankers yang berkelahi. Kaka tampil dua kali lebih gila dari biasanya. Ia belingsatan ke sana ke mari, loncat-loncat, lalu sering melempar tawa ke Slankers.

Kaka memang penguasa panggung Rock Indonesia yang masih banyak menyimpan peluru di nada tinggi maupun menengah. Kemampunnya tak menurun dibanding dua tahun lalu. Kaka makin menikmati pertunjukkan ketika secara mengejutkan Abdee datang dan menggeber enam lagu dari “Virus” sampai “NgeSlank Rame-Rame” hingga tuntas.

Kerinduan terbayar dengan penampilan berkualitas Slank malam kemarin. Repertoar mereka masih memberi efek luar biasa ke Slankers dan tahu caranya bagaimana seharusnya menuntaskan pertemuan yang sudah lama diimpikan. Dari konser megah kemarin, rasanya cukup sulit untuk tidak lagi bertanya, “Slank, kapan konser di Kridosono lagi?”

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info