God Bless Santuni Tiap Generasi di Kustomfest 2016

Oleh Jatu Raya,

God Bless membuat hari pertama Kustomfest 2016 terasa sangat nikmat.

Ahmad Albar dan Ian Antono (Foto: Rusli)

Ahmad Albar dan Ian Antono (Foto: Rusli)

BERITA JOGJA – Ada dua sebab mengapa hari pertama Kustomfest, Sabtu (8/10) malam terasa sangat nikmat. Pertama, pameran ratusan motor, mobil, dan sepeda kustom dengan desain aduhai dalam ruang Jogja Expo Center (JEC) menjarah pandangan mata. Kedua, penampilan God Bless, band rock legendaris yang sangat memengaruhi musik cadas di Indonesia.

Setiap orang yang besar di era 70-an sampai 90-an pasti sulit melupa lagu-lagu band yang sudah berumur 43 tahun itu.  Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fatah, dan Abadi Soesman (bergabung 1979) adalah idola mati bagi anak muda saat itu.

Ahmad Albar, ujung tombak yang tajam. Kegantengannya mampu membuat kaum hawa berteriak histeris nyaris pingsan. Keliarannya di atas panggung yang didukung suara prima membuat musik rock berlirik Indonesia dengan gaharnya sound Ian Antono dan dentuman Bass yang cukup njelimet gampang merasuk ke anak muda. Di masa jayanya, tak terhitung berapa banyak anak muda terpengaruh musik dan dandanan mereka.

Donny Fatah (Foto: Rusli)

Donny Fatah (Foto: Rusli)

Ketiganya memang sosok penting bagi dunia rock Indonesia. Tak terkecuali musisi yang sempat menjadi personel God Bless. Sebut saja Jockie Surjoprajogo, Eet Sjahranie, Keenan Nasution, Inang Noorsaid, Iwang Noorsaid, Odink Nasution, Deddy Dores, Soman Lubis, Fuad Hasan, Dodo Zakaria, Gilang Ramadhan, atau Yaya Moekito.

Banyaknya pergantian personel selama 43 tahun dan bertambahnya usia tak mengubah energi God Bless: mereka tetap garang. Demikian yang terjadi di malam pertama Kustomfest 2016. Godbless yang mejadi penutup acara musik outdoor memperlihatkan kegarangan-yang nyaris-sama seperti empat dekade lalu.

Konser dibuka solo gitar Ian Antono. Penampilan gitaris berusia 66 tahun itu masih cukup buas. Solo gitar dibantu suara kibor yang cukup orkestral dari Abadi Soesman yang dilanjutkan dengan duet Donny Fatah bersama Fajar Stariatama di belakang drum seolah jadi karpet merah bagi Ahmad Albar naik panggung.

Ratusan penonton, entah anak muda kekinian sampai yang satu era dengan Godbless mulai berhimpitan di pagar pembatas melihat vokalis kribo itu masuk panggung. Tanpa basa-basi, Godbless langsung menghajar mereka dengan lagu-lagu yang sudah cukup familiar. “Kehidupan”, “Semut Hitam”, “Bus Kota” meruangkan koor penonton yang berbeda generasi itu. Tiap personel juga menunjukkan aksi panggung memukau.

Donny Fatah, masih tetap bergaya menodong bass seperti senjata api. Sedangkan Ian Antono, gitaris kharismatik itu malam tadi menunjukkan permainan khas yang masih cukup relevan dalam riff gitar kekinian. Sound-nya gahar. Kecepatannya memainkan melodi-melodi Godbless tak menurun sama sekali.

Abadi Soesman (Foto: Rusli)

Abadi Soesman (Foto: Rusli)

Abadi Soesman masih seperti yang dulu: musikal. Ia sangat bersenang-senang malam tadi. Masih menjulurkan lidahnya ketika memainkan notasi-notasi nyeleneh di kibor dan synthesizer dengan sound yang terdengar orkestral. Musik God Bless makin sempurna di tangan Fajar Satritama. Gebukannya cepat, bertenaga, dan tak kehilangan tempo.

Ahmad Albar masih luar biasa kharismatik. Iyek, sapaannya, sukses berkomunikasi dengan penonton sekalipun masih dengan gestur dan gaya 70-an. Suaranya memang sudah tidak setinggi dulu, tapi ia selalu punya trik membuat lagu-lagu rumit macam “Anak Adam” tuntas tanpa cacat.

Ahmad Albar saat konser di Kustomfest 2016 (Foto: Rusli)

Ahmad Albar saat konser di Kustomfest 2016 (Foto: Rusli)

God Bless menjadi penutup yang sempurna di malam pertama Kustomfest 2016. Mereka mampu menyantuni semangat anak-anak muda yang berkumpul di JEC. Mereka juga mampu mengembalikan energi para orang tua satu generasi yang turut hadir dengan kemasan nostalgia dengan karya yang mengabadi.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info