Merapat! Kampung Buku Jogja Mulai Digelar

Kampung Buku Jogja jadi ajang kumpul dan diskusi yang memabukkan bagi pecinta, penulis, penerbit, kolektor, dan kolektor buku di Indonesia.

BERITA JOGJA – Sukses besar di perayaannya yang pertama 2015 lalu, Kampung Buku Jogja (KBJ) untuk kedua kalinya bakal meramaikan Jogja Kamis (6/10) sampai Sabtu (8/10) nanti. Gelaran yang digelar di Foodpark UGM itu kembali jadi ajang kumpul dan diskusi yang memabukkan bagi pecinta, penulis, penerbit, , dan kolektor buku di Indonesia.

Bertajuk “Waktu” KBJ tahun ini jauh lebih ramai dan seru dibanding sebelumnya. Bakal ada 14 penerbit buku mayor dan 22 penerbit Indie se-Indonesia. KBJ 2016 juga memunculkan 14 toko buku langka dengan koleksi mengejutkan yang jarang ditemukan. Semuanya terkonsep rapi di ruang Foodpark dengan desain laiknya perkampungan.

Wajah para tokoh buku di Indonesia yang dipajang di Kampung Buku Jogja (Foto: Sigit Haryoseno)

Wajah para tokoh buku di Indonesia yang dipajang di Kampung Buku Jogja (Foto: Sigit Haryoseno)

“Kampung Buku Jogja 2016 merupakan kegiatan perbukuan yang menempatkan waktu sebagai penanda bagi dunia buku. Melalui kegiatan ini para pencinta buku akan memiliki waktu terbaik bagi dirinya untuk mendapatkan buku-buku yang dilahirkan karena landasan refleksi dan kohesi. KBJ juga bukan sebagai lanjaran niaga belaka, tetapi ajang bagi penulis, pencipta karya, penerbit, pembaca, dan pencinta buku untuk merayakan kreativitas melalui buku,” tulis Koordinator Publikasi KBJ 2016, Irwan Bajang dalam pers rilisnya.

Koordinator Kampung Buku, Adhe Maruf menambahkan bahwa esensi dari desain ruang laiknya perkampungan ini untuk mewujudkan kembali esensi waktu kampung, di mana banyak terjadi interaksi antarwarga. Ia membenarkan Bajang bahwa ajang ini bukan sekadar niaga. “Bukan ‘nyoh’ buku, ‘nyoh’ penerbit, ayo beli buat skripsi, tapi lebih ke interaksi pengunjung dengan banyaknya peserta KBJ juga dengan buku-buku yang disajikan. Ada refleksi yang bakal bisa disaksikan. Pokoknya datang saja, pasti bakal seru,” kata Adhe.

Desain unik di Kampung Buku Jogja (Foto: Sigit Haryoseno)

Desain unik di Kampung Buku Jogja (Foto: Sigit Haryoseno)

Acara pendukung juga tak kalah menarik untuk disaksikan. Ada Orasi Buku yang akan diselenggarakan setiap harinya. Hari pertama, Irwan Bajang (Indie Book Corner) akan berorasi tentang perkembangan perbukuan terkini yang ditandai dengan lahirnya penerbit-penerbit yang merespon populernya internet dan sosial media.

Lalu hari kedua ada Muhammad Nursam (Penerbit Ombak) yang akan berorasi tentang bagaimana sebuah penerbit bertahan melewati waktu, menempuh gempita laris manis buku ala Jogja, pasang surut pasar, dan bagaimana sebuah penerbit bertahan.

“Di hari puncak, Muhidin M. Dahlan, dedengkot Radio Buku dan Warung Arsip akan berorasi tentang bagaimana penerbitan bangkit dan tumbuh, bertahan, dan libur panjang. Muhidin akan mengemukakan arsip-arsip perbukuan Jogja,” sambung Bajang.

Selain itu, yang unik tahun ini, akan ada anugrah buku bagi salah satu pekerja buku Jogja. Penghargaan ini direncanakan akan terus ada pada Kampung Buku Jogja setiap tahunnya. Anugerah buku ini diberi nama “Pangalembana Kampung Buku Jogja”. Selama acara berlangsung akan ada juga diskusi buku, bedah karya, pentas sastra, diskusi komunitas, diskusi Taman Bacaan Masyarakat, workshop buku, pembacaan puisi, sarasehan penerbit, bedah buku dan acara musik.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info