Eros Djarot: Pacaran Anak Muda Sekarang Kurang Romantis

Paling nanya, udah makan yang atau paling banter good night, romatise opo kui, kata Eros Djarot lalu terkekeh

BERITA JOGJA – Gadget mampu memperkecil kerinduan terhadap kalang jarak. Namun di lain sisi, gadget sekaligus mampu mengurangi kadar keromantisan terhadap pasangan. Eros Djarot, director musik sekaligus budayawan asal Jogja, melihat kekurangan itu di dunia percintaan anak muda zaman sekarang.

Ilustrasi mantan (Dok Istimewa)

Ilustrasi (Dok Istimewa)

“Sama pacar kan sekarang pasti tiap hari nge-WA, line, nge-status dan lain-lain kan. Tapi komunikasinya enggak ada romantis-romantisnya. Paling nanya, ‘udah makan yang’ atau paling banter ‘good night’, romatise opo kui,” katanya lalu terkekeh dalam sebuah tanya jawab konser Badai Pasti Berlalu, Jumat (30/9) sore di retoran Bambo Umbulharjo.

Ia lantas membandingkan situasi di era 70 dan 80-an ketika dirinya masih muda. Saat itu, kisahnya, banyak teman-temannya yang punya pacar di luar kota. Eros sendiri pacarnya kala itu ada di Paris, Prancis. Komunikasi pun bisa dilakukan hanya melalui surat. Mau telepon, biayanya masih besar.

“Surat itu jadi satu-satunya media penuntas rindu dan cinta. Berpuitis ria, ‘aku sedang di luar jendela memandag daun gugur satu per satu, sambil menunggu pelukanmu dari belakang’ dan lain sebagainya. Rindu makin besar tiap harinya dan romantis. Bikin orang-orang zaman dulu itu romatisme pacarannya top,” kisahnya.

Keromantisan ketika menulis surat itu pula yang membuat Eros cukup jago dalam merepresentasikan peristiwa atau pandangan mata ke sebuah lirik lagu. Simak saja lirik-lirik lagunya di album Badai Pasti Berlalu yang rilis 1977. Lirik-lirik romantis album itu bersama para penyanyinya bakal bisa disaksikan di konser Badai Pasti Berlalu di Grand Pacific 6 November mendatang.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info