Selamat Ulang Tahun, Jamphe Johnson

Selamat Ulang Tahun ke-8 Jamphe Johnson. Panjang umur Rock N Roll Indonesia.

BERITA JOGJA – Setia dengan Rock N Roll di tengah banyaknya pilihan musik yang jauh lebih gampang dijual di televisi dalam realita kekinian tidak gampang. Delapan tahun terakhir, Jamphe Johnson, band Rock N’Roll asal Jogja ini merasakan betul kerasnya benturan saat tetap mempertahankan genre musik Rock N’Roll di Indonesia. Video klip mereka, “Garuda Patah Hati” sempat diblok dari televisi nasional karena dianggap ‘meracau’, sepinya panggung yang membuka diri untuk musik Rock N Roll, ditambah keluarnya David jadi masalah yang menghantam Jamphe Johnson.

Jamphe Johnson (foto: Instagram Jamphe Johnson)

Jamphe Johnson (foto: Instagram Jamphe Johnson)

Tapi, Rock N Roll bagi mereka bukan persoalan kulit. Bukan persoalan bagaimana harus tampil di tengah masyarakat dengan jeans belel, sepatu lancip atau converse buluk, jaket kulit, dan rambut awut-awutan biar dinilai rebel. Rock N Roll, bagi Abay, Taphey, Bulux, dan Mono adalah soal keteguhan hati dan kemandirian. Keteguhan itu pula yang membikin mereka selalu punya trik mengatasi berbagai persoalan yang datang lalu terus konsisten menyajikan Rock N Roll ke tengah pendengar musik.

Sejak 2008 karya mereka adalah tuntutan bagaimana mengemas musik Rock N Roll yang dekat dengan realita pendengar musik Indonesia. Lirik cinta dalam lagu mereka dengan aransemen khas Rock N’Roll tahun 70-an yang beken di tangan Rolling Stone dekat dengan kehidupan. Semringahnya orang-orang menikmati Jogja malam hari mereka bingkai dengan “Coffee Blues Jogja”, situasi psikologis yang tengah jatuh cinta dan upaya penaklukkan merinci dalam “Buka Kartu”, atau “Akhirnya Julie”. Atau simak bagaimana hidup, cita, dan cinta adalah hal realistis dalam “Hitam dan Biru”.

Kritik sosial juga tak luput dari Jamphe selama delapan tahun ini. “Terbakar Atau Dibakar”, “Anak Manis (Nggak Usah Rock N’Rollan)”, “Garuda Patah Hati” atau “Joni Gimbal” yang juga bingar dengan ‘pertunjukkan’ gitar yang membakar darah.

Jamphers,, salah satu alasan Jamphe Johnson masih tetap ada (Foto: Instagram Jamphe Johnson)

Jamphers,, salah satu alasan Jamphe Johnson masih tetap ada (Foto: Instagram Jamphe Johnson)

Kini Jamphe Johnson genap berusia delapan tahun. Muncul semangat baru bersama Helmy, vokalis Jagostu yang sementara ini mengisi pos yang ditinggalkan David. Ketika Konser di Karawang kemarin misalnya, Helmy dan Jamphe Johnson menampilkan keliaran saat manggung. Mereka bersenang-senang seolah tidak ada lagi hari esok. Jampers merespon dengan imaji sama lalu tak berhenti bernyanyi bersama hingga akhir pertunjukkan.

Usia delapan tahun bagi band memang masih seumur jagung. Tapi selama delapan tahun itu mereka mendapat banyak sekali pengalaman yang membuat kebal ketika dihantam masalah. Baru-baru ini misalnya, Perayaan Ulang Tahun mereka ke-8 yang rencananya digarap di Pantai Selatan bersama Jamphers bertajuk “Rock N’Roll Camp” mendadak dibatalkan karena tak mendapat izin. Tapi lagi-lagi mereka tak menyerah dengan benturan. Perayaan diganti dengan menggelar konser akustik di Reds Studio yang direkam dan akan dirilis dalam bentuk CD dan DVD untuk para fans mereka.

Jamphe Johnson masih ada dan bandel melawan orang-orang brengsek. Musik mereka bersama Helmi tak berubah: tetap asyik dan menyentil. Menyaksikan mereka tetap setia pada Rock N Roll dan hidup di atasnya dengan suka cita adalah nikmat Tuhan yang tiada tara bagi Jogja dan Indonesia. Selamat Ulang Tahun ke-8 Jamphe Johnson. Panjang umur Rock N Roll Indonesia.

Ajeng Dinnya Palupi

Slankers Jogja

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info