“Melerai Lara” AATPSC: Harmonisasi Vokal yang Ramah

Oleh azkamaula,

"Melerai Lara" jadi lagu berbahasa Indonesia pertama Aurette and The Polska Seeking Carnival.

BERITA JOGJA – Kabar baik muncul dari Aurette And The Polska Seeking Carnival (AATPSC) menuju akhir Agustus 2016 ini. Setelah sekian lama ‘menghilang’, unit folk dari Jogja itu kembali berkarya dengan melempar single berjudul “Melerai Lara”. Lagu yang resmi dirilis 27 Agustus 2016 itu sedikit berbeda dari lainnya karena berlirik bahasa Indonesia. “Melerai Lara” jadi lagu berbahasa Indonesia pertama mereka.

AATPSC (Foto: AATPSC)

AATPSC (Foto: AATPSC)

AATPSC adalah band folk yang dikenal lewat kerumitannya dalam tiap lagu. Setidaknya itu yang terlihat dalam album EP 2013 dua tahun lalu. Aransemen padat dengan instrumentasi ruang menyajikan imajinasi bagi pendengar yang seolah tengah menikmati karnival atau sirkus.

Sebuah keberanian dari AATPSC merilis single ini patut diacungi jempol. Mereka menuju ke satu ruang gelap dengan lirik berbahasa Indonesia yang cukup depretif. “Melerai Lara” berkisah soal seseorang yang tidak bisa menunjukkan siapa dirinya sebenarnya ketika bercengkerama dalam tatanan sosial.

Vokal Dhima Christian Datu sukses menyampaikan kesan kebosanan dengan ramah. Harmonisasi vokalnya tepat membawakan lirik depretif yang sayangnya terkesan dipaksakan puitis. Aransemen padat dengan bunyi-bunyian terompet yang khas AATPSC masih meruang dalam lagu ini laiknya “On The Shore” namun kurang nyaman didengar di tengah bangunan lagu yang masih bimbang menentukkan puncak tertinggi.

Tapi, sebagai awal perubahan dari jagoan folk Jogja ini, “Melerai Lara” cukup mengejutkan dan AATSPC menjadi band yang tidak hanya¬† menjanjikan imajinasi carnaval saja, namun juga ruang untuk menyendiri.

Dengarkan lagu mereka di SINI.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

Site Info Site Info